Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*
Ketika Raja Sagara menyelenggarakan Aswamedha Yadnya (upacara pengorbanan kuda), Angsuman ditunjuk sebagai pengawal kuda yang digunakan dalam upacara tersebut.
Dalam upacara Aswamedha, seekor kuda dilepas bebas. Angsuman, bersama para prajurit, mengikuti ke mana pun kuda itu berlari.
Kerajaan-kerajaan yang dilewati oleh kuda dapat memilih: tunduk pada kekuasaan Raja Sagara (dan membayar upeti), atau menantang dalam pertempuran.
Suatu hari, ketika Angsuman dan para prajurit beristirahat, mereka menambatkan kuda tersebut.
Dalam kesempatan itu, Dewa Wisnu (dalam versi lain disebut Dewa Indra), yang berniat menggagalkan upacara Aswamedha, menyamar menjadi seorang wanita tua dan datang meminta sedekah kepada Angsuman.
Angsuman, tanpa curiga, memberi wanita tua itu makanan dan tempat bermalam. Namun, ketika malam tiba dan semua tertidur, wanita tua itu kembali ke wujud aslinya dan mencuri kuda Aswamedha.
Setelah gagal mengejar si pencuri, Angsuman kembali ke kerajaan dan melaporkan peristiwa tersebut kepada Raja Sagara.
Mendengar hal itu, sang raja murka dan segera mengerahkan enam puluh ribu putranya untuk mencari kuda tersebut.
Pencarian itu akhirnya membawa mereka ke tempat Resi Kapila sedang bertapa. Di sana, mereka menemukan kuda Aswamedha berada tidak jauh dari sang resi.
Ternyata, Dewa Indra dengan cerdik meninggalkan kuda tersebut di dekat Resi Kapila untuk menimbulkan fitnah.
Karena mengira Resi Kapila sebagai pencuri, para putra Sagara membangunkannya dari semadi. Resi Kapila yang terganggu dan murka, membuka matanya. Dengan sorot mata yang menyala karena amarah, ia membakar keenam puluh ribu putra Sagara hingga hangus menjadi abu.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani