Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Lakon Wayang Wahyu Kitab Sara 4, Kresna Menimbang Pertarungan Baladewa

Ki Damar • Jumat, 5 September 2025 | 03:15 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Batara Guru
Ilustrasi tokoh wayang Batara Guru

Lakon Wayang oleh Ki Damar*

“Dalam benakku sama sekali tak ada niat untuk menyelamatkan kakakku atau berlaku tidak adil,” ujar Kresna mantap.

“Ingatlah, aku adalah titisan Hyang Wisnu, dewa kebahagiaan dan keadilan. Masakan aku berbuat tidak adil? Namun aku memohon pada Pukulun, timbanglah kekuatan di antara keduanya!”

“Apa maksudmu? Kau ingin aku menimbang kembali keputusanku?” tanya Batara Guru.

“Apakah adil bila seorang raja sebesar Mandura harus berhadapan dengan Antareja, yang masih anak baru kemarin sore?” sahut Kresna.

Batara Guru mulai memperhatikan pendapat Narayana. “Lanjutkan, Kresna!”

Baca Juga: PSHT Pusat Madiun Gugat Pembatalan Badan Hukum, Maryano: Ada Dugaan Maladministrasi

“Prabu Baladewa adalah seorang raja besar yang memiliki pusaka kadewatan bernama Nenggala. Bila pusaka itu mengenai Antareja, pasti tubuhnya hancur tanpa sisa. Namun Antareja pun punya kekuatan yang tak kalah hebat, yakni bisa membinasakan musuh hanya dengan menjilat telapak kakinya. Jelas keduanya sama-sama sakti. Namun apakah ini benar-benar seimbang?”

“Bukankah justru menarik, karena keduanya sama-sama kuat? Dimana letak ketidakadilannya?” tanya Batara Guru lagi.

“Masalahnya bukan hanya sakti atau tidak,” jawab Kresna.

“Lihatlah pengalaman mereka. Kakang Baladewa sudah sejak muda bertempur. Ia pernah melawan Kangsadewa, bahkan menjadi andalan para dewa ketika mengalahkan Prabu Puspadenta. Sedangkan Antareja, meskipun memiliki kesaktian besar, sama sekali belum berpengalaman dalam peperangan.”

Batara Narada ikut menimpali.

“Benar, Pukulun. Kesaktian mereka boleh sama hebat, tetapi pengalaman jelas jauh berbeda. Antareja tidak pernah menghadapi perang besar, tidak seperti Abimanyu atau Gatutkaca. Bila Prabu Baladewa dipertarungkan melawan Antareja, para jawata bisa jadi tidak akan merestui. Padahal perang Baratayuda adalah perang suci, bukan ajang menguji kesaktian semata.”

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#baladewa #antareja #Kresna #Lakon #wayang #batara