Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Lakon Wayang Duwarawati Lurug 2: Adikku Mati, Istriku Mati, Kini Hanya Kehancuran yang Tersisa!

Ki Damar • Jumat, 12 September 2025 | 03:28 WIB

 

Ilustrasi lakon wayang Dwarawati Lurug.
Ilustrasi lakon wayang Dwarawati Lurug.

Lakon wayang Dwarawati Lurug oleh Ki Damar*

HATI Dewi Hagnyanawati tak kuasa lagi menahan derita.

“Aku juga menyesal. Daripada harus bersamamu, lebih baik aku menyusul seseorang yang kucintai. Aku tak pernah mencintaimu. Aku ingin bersama Raden Samba. Mungkin ini jalan terbaik. Di dunia ini kita tak ditakdirkan bersama, semoga di kehidupan lain aku bisa bersama Samba Wisnu Brata.”

Ucapannya bagaikan petir yang memecah langit Trajutrisna. Di hadapan suaminya, sang dewi mengambil patrem—pisau pendek milik prajurit. Tanpa ragu, ia hunuskan ke dadanya sendiri.

Darah seketika mengalir membasahi tanah. Prabu Sitija menatap dengan mata terbelalak.

“HAGNYANAWATI! Tidak! Paman Pancatnyana, hentikan pendarahannya!”

Namun, Patih Pancatnyana hanya bisa menggeleng.

“Ampun Sinuwun, luka itu terlalu dalam. Menarik pisaunya hanya akan mempercepat kematian Gusti Putri. Dan kita jauh dari tabib…” 

Sitija meraung, menengadah ke langit.

“Dewa-dewa, mengapa tak kasihan padaku? Adikku mati, istriku mati, kini hanya kehancuran yang tersisa!”

Patih Pancatnyana mencoba menenangkan rajanya.

“Sinuwun, jangan menyerah. Kita sudah terlanjur terjun ke dalam arus. Kita tak bisa berhenti di sini.”

Sitija menatapnya penuh amarah.

“Apa maksudmu, Paman?”

“Prabu Kresna dan Prabu Baladewa pasti tak tinggal diam. Mereka akan menyerang. Hanya ada dua pilihan untuk kita: dilurug atau ngelurug.”

Sitija berdiri tegak, wajahnya mulai mengeras.

“Kalau begitu, kita yang akan maju lebih dulu. Biar dunia tahu Trajutrisna belum kalah.”

Peristiwa itu menjadi awal dari Lakon Duwarawati Lurug, peperangan yang kelak mengguncang Amarta dan Duwarawati. (*/den)

*Penulis lakon wayang Dwarawati Lurug alumnus ISI Surakarta

Editor : Deni Kurniawan
#Dwarawati Lurug #sitija #Lakon wayang #kisah #wayang kulit #Kresna #Hagnyanawati #Samba #Cerita