Lakon wayang Setyaki Janji oleh Ki Damar*
PERTARUNGAN antara Setyaki dengan Burisrawa semakin sengit. Dari kejauhan, Sengkuni hanya menonton sambil tersenyum licik. Dursasana yang gelisah mendekati pamannya.
"Kenapa Paman hanya menonton? Bagaimana jika Burisrawa mati?", tanya Dursasana.
Sengkuni menjawab, "Siapa pun yang mati, kita tetap diuntungkan. Jika Setyaki mati, Kresna akan marah dan dianggap tidak bijaksana,'' katanya.
''Jika Burisrawa mati, Kresna harus meminta maaf pada Astina. Itu bisa menggagalkan perang Baratayuda, dan Kurawa tetap berkuasa,'' lanjutnya.
Pertarungan mendebarkan itu berhenti ketika Prabu Kresna datang dan melerai keduanya.
"Pergilah, Burisrawa! Jangan memancing keributan. Kami datang dengan damai!"
Burisrawa hanya tertawa mengejek.
"Setyaki, kau beruntung dilindungi Rajamu. Tanpa dia, kau pasti mati di tanganku!"
Mendengar ejekan itu, Setyaki tak tinggal diam.
Setyaki lantas mengucap janji, "Ingat baik-baik janjiku ini, Kakang Burisrawa. Jika perang Baratayudha tiba, engkaulah musuh pertamaku. Aku akan mencarimu di medan perang!".
Burisrawa tersenyum sinis.
"Aku tunggu kau di Kurusetra, Setyaki!"
Kresna kemudian menarik Setyaki kembali ke Wirata untuk melaporkan hasil perundingan di Astina. (*/den)
*Penulis lakon wayang kulit Setyaki Janji alumnus ISI Surakarta
Editor : Deni Kurniawan