Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Lakon Wayang Kunti Mbabar 3, Membongkar Rahasia Sang Basukarna

Ki Damar • Selasa, 23 September 2025 | 02:55 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Dewi Kunti
Ilustrasi tokoh wayang Dewi Kunti

Lakon Wayang oleh Ki Damar*

“Hem, benar Bibi,” ujar Kresna.

“Dalam perang Baratayudha, keadilan akan ditegakkan tanpa pandang bulu. Tidak hanya Kurawa yang merasakan kesedihan, Pandawa pun harus bersiap. Perang adalah hukum alam: siapa menanam, dialah yang menuai.”

Kunti mendekat dengan mata berkaca-kaca. “Jika kau bertanya mengapa aku muram, itu karena kekhawatiranku bila perang benar-benar terjadi.”

“Apa yang Bibi pikirkan? Apakah Bibi takut kehilangan Pandawa, anak-anakmu?” tanya Kresna lembut.

“Tidak hanya Pandawa yang menjadi anakku, Kresna,” bisik Kunti.

“Ada seorang lagi… yang membuat hatiku pilu, karena aku tak mampu meraih tangannya. Ia adalah Basukarna, anakku sebelum Pandawa lahir.”

Kresna terperanjat. Basukarna adalah salah satu senapati Astina. Itu berarti bila perang terjadi, Kunti akan menyaksikan anaknya saling menghunus senjata. “Jagad Dewa Batara… benarkah itu, Bibi?”

Kunti menunduk.

“Jika kau benar Dewa Keadilan, maka ketika Basukarna berperang melawan Pandawa, sesungguhnya engkau juga tengah mengadili diriku. Aku yang bersalah, karena pernah menelantarkan anakku sendiri. Luka Basukarna adalah luka yang kutanamkan sejak awal. Dan kini, kau menyingkapnya kembali.”

Kresna terdiam, hatinya ikut terguncang. Ia sadar, kata-katanya membuat bibinya merasa teradili.

“Bila perang ini adalah menuai apa yang ditanam,” lanjut Kunti lirih, “maka itulah balasanku. Kau berkata kau Dewa Keadilan dan Kebahagiaan. Tapi apakah aku juga akan merasakan bahagia? Bahagia yang mana, Kresna… bila seorang ibu harus menyaksikan anak-anaknya saling berperang dan saling membunuh? Katakan padaku, Narayana…”

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#basukarna #Pandawa #kunti #Lakon #wayang