Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Filosofi Hidup Bima: Satria Jodipati yang Jujur, Tegas, dan Tak Bisa Digoyahkan

Ki Damar • Senin, 29 September 2025 | 02:40 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Bima titisan Batara Bayu
Ilustrasi tokoh wayang Bima titisan Batara Bayu

Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*

Bima dikenal sebagai tokoh wayang yang teguh dalam pendirian serta kokoh dalam tindakan. Ia tidak mudah digoyahkan oleh godaan, rintangan, maupun bujukan siapa pun.

Hal ini tampak jelas dalam kisah Dewa Ruci, salah satu lakon penting yang menggambarkan perjalanan spiritual Bima.

Awalnya, Resi Durna memberikan tugas mustahil kepada Bima dengan tujuan agar ia binasa.

Pertama, Bima diminta mencari kayu gung susuhing angin di hutan Reksamuka. Saat dalam perjalanan, ia bertemu dengan Anoman yang sedang tidur di jalan.

Namun, karena Bima selalu berprinsip untuk berjalan lurus dan tidak mau berbelok arah, ia memilih untuk tetap melangkah maju.

Sikap ini melahirkan nilai filosofis: Bima adalah sosok jujur, lurus, dan teguh dalam pendirian. Baginya, apa pun rintangan di depan, meski berupa jurang, harus dilompati.

Anoman mencoba menasihati adiknya itu, tetapi Bima tetap berpegang pada keyakinannya.

Dari keteguhan tersebut, ia akhirnya bertemu dengan Rukmuka dan Rukmakala, dua raksasa yang sejatinya adalah penjelmaan Batara Indra dan Batara Bayu.

Dari merekalah Bima memperoleh ilmu berharga.

Tidak berhenti di situ, Bima juga menerima tugas untuk mencari ilmu kasampurnan dengan cara masuk ke Samudra Minangkalbu.

Sekali lagi, Anoman mengingatkan agar ia berhati-hati.

Namun, Bima tetap teguh. Ia percaya seorang murid harus selalu taat pada guru, dan setiap perintah guru pasti berisi ajaran kebaikan.

Keteguhan hati itu akhirnya mengantarkan Bima bertemu Dewa Ruci, sang manifestasi ketuhanan, yang kemudian memberinya ilmu kehidupan dan kaweruhing panunggal.

Sikap Bima sebagai satria sejati juga tampak dalam kehidupannya sehari-hari. Ia tidak segan menegakkan keadilan, bahkan kepada keluarga sendiri.

Bima tidak pandang bulu, tidak pilih kasih, dan selalu berpegang pada kebenaran.

Maka tak heran jika ia dikenal sebagai Satria Jodipati yang dihormati sekaligus disegani karena jujur, tegas, dan teguh dalam pendirian.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#bima #Tokoh #wayang