Tokoh wayang oleh Ki Damar*
KETIKA Arjuna bertapa di Gunung Indrakila dengan nama Begawan Ciptaning, ia berharap mendapat anugerah dari para dewa.
Namun, sebelum anugerah itu datang, banyak godaan yang harus ia hadapi.
Salah satunya berasal dari kahyangan Karang Kaendran, ketika para bidadari cantik turun menggoda sang Ciptaning.
Tekad Arjuna begitu kuat. Dengan niat yang suci, ia tak tergoda oleh kecantikan para bidadari.
Sebaliknya, para bidadari justru terhempas oleh angin kesaktian dari dalam diri Ciptaning.
Wajah mereka yang semula rupawan berubah amburadul, hingga membuat mereka kecewa.
Karena sakit hati, para bidadari itu melontarkan sumpah. Mereka berkata, kelak bila Arjuna menyamar sebagai orang lain, ia tidak akan pantas menjadi apa pun selain seorang kedhi (waria).
Sumpah itu akhirnya terbukti ketika Pandawa harus bersembunyi di Wirata setelah kalah main dadu dari Kurawa.
Arjuna tidak bisa menyamar menjadi bentuk lain, karena secara alami wujudnya berubah menjadi seorang wanita.
Bima bahkan menganggapnya sebagai karma karena Arjuna kerap menyakiti hati banyak wanita.
Dengan terpaksa Arjuna menerima cobaan itu. Ia menyamar dengan nama Wrehatnala, seorang waria.
Meski fisiknya menyerupai perempuan, ilmu dan kesaktian Arjuna tidak berkurang sedikit pun.
Dalam penyamarannya, ia menjadi guru tari putri Wirata, yakni Dewi Utari.
Kisah ini menambah sisi unik dari perjalanan hidup Arjuna, yang tidak hanya dikenal sebagai satria tampan dan sakti, tetapi juga pernah menjalani takdir menjadi seorang kedhi. (*/den)
*Penulis tokoh wayang kulit alumnus ISI Surakarta
Editor : Deni Kurniawan