Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kisah Kelam Bisma, Tokoh Wayang Abadi yang Tewas di Tangan Reinkarnasi Cinta Lamanya

Ki Damar • Minggu, 5 Oktober 2025 | 01:35 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Bisma ahli memanah
Ilustrasi tokoh wayang Bisma ahli memanah

Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar

Dewabrata, yang kelak dikenal sebagai Bisma, hidup melalui tujuh masa pemerintahan di Kerajaan Astina.

Ia menyaksikan kekuasaan berganti dari ayahandanya Prabu Sentanu, lalu Prabu Citranggada, Prabu Wicitrawirya, Prabu Kresna Dwipayana (Abyasa), Prabu Pandu, Prabu Drestarastra, hingga akhirnya Prabu Duryudana.

Namun, di balik keteguhan dan kebijaksanaannya, Bisma menyimpan kisah kelam sebagai murid Resi Rama Bargawa, sang brahmana pemburu ksatria.

Ketika masih muda sebagai Raden Dewabrata, ia berguru pada Rama Bargawa.

Sang guru terkenal sebagai pandita pengembara berhati dingin yang telah membunuh banyak ksatria tanpa rasa iba.

Dendam masa lalunya terhadap golongan ksatria membuat setiap pelajaran darinya beraroma maut.

Maka tak heran, banyak muridnya mati tragis sebelum menyelesaikan ilmu. Sebab, belajar pada Bargawa berarti menantang batas antara hidup dan mati.

Dewabrata pun sadar risiko itu, terlebih ayahnya, Prabu Sentanu, sempat melarangnya.

Sebagai putra mahkota Astina, Dewabrata seharusnya tidak mempertaruhkan nyawa. Namun, tekadnya untuk menimba ilmu melebihi rasa takut akan kematian.

Sayang, kehidupan Dewabrata sendiri berakhir dengan nasib yang tak kalah tragis.

Dalam Perang Baratayudha, ajian Swaskhandamarana miliknya yang konon membuatnya tak bisa mati tanpa kehendaknya sendiri, tak mampu menahan takdir.

Ia tewas bukan oleh prajurit gagah, melainkan oleh Dewi Amba yang bereinkarnasi menjadi Srikandi, istri Arjuna. Dengan tusuk konde sakti, Bisma roboh di medan perang.

Padahal sebelumnya, Bisma sempat menggemparkan dunia karena tak ada satu pun yang mampu mengalahkannya.

Namun, takdir adalah guru yang lebih tinggi dari Bargawa.

Di atas tumpukan senjata, Bisma berbaring sekarat berhari-hari, menyaksikan perang antar cucu dan keturunannya sendiri, tanpa bisa berbuat apa-apa.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#bisma #Baratayudha #Rama Bargawa #Tokoh #wayang #Duryudana