Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Ampak-ampak Glagah Tinunu 5/Habis: Kelicikan Mulai Terendus

Ki Damar • Selasa, 7 Oktober 2025 | 04:19 WIB
Ilustrasi lakon wayang Ampak-ampak Glagah Tinunu.
Ilustrasi lakon wayang Ampak-ampak Glagah Tinunu.

Lakon wayang Ampak Ampak Glagah Tinunu oleh Ki Damar*

DI ISTANA, ucapan Kalabendana memancing debat.

Wasiat Prabu Arimba melawan klaim darah laki-laki.

Brajadenta menuduh konspirasi.

Sengkuni menepuk dada menguatkan klaim bahwa tahta seharusnya di tangan putra laki-laki. Tuduhan dan ejekan terlontar.

“Sengkuni mambu telek,” sindir salah satu tokoh yang mengendus kecurigaan terhadap patih licil yang selalu mengadu domba itu.

Akhirnya Kalabendana pergi, sedih dan panik.

Konflik belum mereda. Laporan dikirim ke istana. Pringgondani memasuki babak yang menentukan.

Intrik politik, loyalitas keluarga, dan wasiat leluhur kini menjadi bahan bakar perebutan kekuasaan.

Siapakah yang akan duduk di singgasana Pringgondani?

Warisan sah atau klaim yang dibangun lewat muslihat? (*/den)

*Penulis lakon wayang Ampak Ampak Glagah Tinunu alumnus ISI Surakarta

Editor : Deni Kurniawan
#Ampak Ampak Glagah Tinunu #Lakon #Kalabendana #wayang #Brajadenta #Sengkuni