Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*
Negara Gua Barong adalah negeri yang dipenuhi para raksasa kejam. Rampok dan begal menjadi hal yang lazim di sana.
Rajanya, Prabu Kirmira, terkenal bengis dan tak mengenal belas kasihan.
Ia adalah putra Prabu Kala Pracona, penguasa lama yang pernah disegani di jagat raksasa.
Togog dan Mbilung Kembali ke Istana
Suatu hari, Prabu Kirmira memanggil dua abdi lama yang pernah dipecat: Togog dan Mbilung. Keduanya kebingungan atas panggilan mendadak itu.
“Kenapa hamba berdua dipanggil ke Gua Barong lagi, Sinuwun?” tanya Togog heran.
Mbilung ikut menyahut dengan nada protes.
“Lha iya, Kang. Bukannya kita sudah lama dipecat dari sini? Kenapa sekarang disuruh kembali?
Atau jangan-jangan mereka menyesal dan ingin merekrut kita lagi. Tapi kalau dulu membuang kita, apa mereka lupa jasa-jasa kita? Kita kan selalu mengingatkan dan ikut membangun moral bangsa ini.”
Petuah Togog Tentang Arti Kebaikan
Togog menatap Mbilung dengan tenang.
“Kamu ini jangan sok bicara begitu. Kebaikan itu tidak butuh pengakuan. Karena kebaikan harus dilandasi ketulusan lahir dan batin. Kalau kau berbuat baik, tulislah di pasir agar segera hilang tersapu ombak. Tapi bila ada orang berbuat baik padamu, tulislah di atas batu agar kau selalu mengingatnya.”
Mbilung terdiam mendengar petuah itu. Kata-kata Togog seolah menampar kesombongan kecil dalam hatinya.
Prabu Kirmira Mengungkap Rahasia Lama
Prabu Kirmira tersenyum mendengar perdebatan dua abdi tua itu.
“Nah, itu yang aku maksud, Gog,” ujar sang raja.
“Aku ingin mengingat kebaikanmu terhadap negeri ini. Kanjeng Rama, Prabu Kala Pracona, sangat menghormati kalian berdua. Walau kalian orang kecil, tapi aku tahu, kau adalah dewa kahyangan dan kakak dari Batara Guru. Karena itu, aku yakin kau mengetahui sesuatu. Maka aku memanggilmu kemari untuk mencari kebenaran yang sesungguhnya.”
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani