Lakon wayang Srikandi Krida oleh Ki Damar*
KRESNA merombak strategi. Karena banyak satria laki-laki tak sanggup menandingi Bisma, pasukan wanita diposisikan di barisan depan.
Srikandi diangkat menjadi senopati wanita. Ia menyambut tugas dengan bangga.
Bagi Srikandi, ini bukan soal gender, melainkan kewajiban satria menghadapi tantangan apa pun.
Arjuna cemburu namun juga kagum. Ia menggoda Kresna, sementara Srikandi meminta restu suami.
Percakapan itu menegaskan dua hal. Bahwa, keberanian Srikandi dan keteguhan hati Pasukan Wanita.
Arjuna mempertanyakan keputusan menempatkan wanita di garda terdepan.
Kresna menanggapi dengan tenang, mengingatkan bahwa cinta dan kisah masa lalu Bisma bisa mengguncang hatinya saat bertemu sosok tertentu.
Srikandi berangkat memimpin pasukan wanita.
Semangatnya membakar harap. Bila wanita bisa maju, dunia peperangan akan menyaksikan wajah baru keberanian. (*/den)
*Penulis lakon wayang Srikandi Krida alumnus ISI Surakarta
Editor : Deni Kurniawan