Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*
Petruk adalah salah satu tokoh punakawan dalam dunia pewayangan Jawa.
Ia dikenal sebagai batur atau sahabat setia para satria luhur, khususnya para Pandawa, putra Prabu Pandu dan Dewi Kunti.
Kata punakawan berasal dari “pana” yang berarti cerdik, jelas, dan cermat dalam pengamatan, serta “kawan” yang berarti teman.
Tokoh punakawan merupakan ciptaan para pujangga Jawa dan menjadi bagian dari mitologi asli masyarakat Jawa.
Baca Juga: BRI Catat 13,6 Juta UMKM Gunakan LinkUMKM, Bukti Transformasi Digital Ekonomi Rakyat
semasa hidup, Ki Anom Suroto kerap menampilkan sosok Petruk dalam pertunjukannya sebagai simbol rakyat kecil yang berani bersuara.
Melalui tokoh ini, ia menyalurkan aspirasi dan keluhan masyarakat dengan cara yang halus namun mengena.
Tak heran jika pada masa kejayaannya di tahun 1980-an, setiap penampilannya selalu disambut tepuk tangan meriah dari penonton.
Lakon Petruk Kembar merupakan salah satu karya ciptaan Ki Anom Suroto yang sangat populer.
Selain itu, ia juga sering membawakan lakon Petruk Dadi Ratu, meskipun bukan hasil ciptaannya sendiri.
Baca Juga: Pensiunan PNS Tak Dapat Kenaikan Gaji November, Padahal Perpres Nomor 79 Tahun 2025 Resmi Berlaku
Melalui Petruk, Ki Anom menunjukkan kepiawaiannya sebagai dalang yang mampu menjadikan wayang sebagai media kritik sosial dan penyampai aspirasi rakyat.
Menariknya, meski sering menyampaikan kritik melalui lakon, Ki Anom Suroto tidak pernah mendapat teguran atau panggilan dari pihak berwenang.
Sebab, kritik yang disampaikan selalu dikaitkan dengan konteks lakon dan nilai-nilai kehidupan dalam pewayangan.
Inilah keagungan filosofi wayang -wewayangane wong urip- bahwa kehidupan manusia di dunia hanyalah bayangan dari kehendak Sang Maha Dalang.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani