Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Lakon Wayang Suryaputra Meguru 5 Habis, Pelajaran Terakhir Sang Bargawa

Ki Damar • Sabtu, 15 November 2025 | 03:30 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Basukarna ahli memanah
Ilustrasi tokoh wayang Basukarna ahli memanah

Lakon Wayang oleh Ki Damar*

“Itu murid yang lain, pasti berbeda dengan Basukarna. Ia dibesarkan oleh orang tua yang baik dan luhur budinya. Aku percaya Suryatmaja tidak sama dengan mereka,” kata Batara Surya.

Rama Bargawa tertawa ringan.

“Haha… ini seperti orang tua yang menyerahkan anaknya langsung kepada gurunya. Sungguh, aku terharu. Baru kali ini ada calon muridku yang diantar oleh ayahnya sendiri. Baiklah, aku akan menerimanya. Tetapi karena kau ikut campur, suatu hari kelak ketika ia berada di medan perang besar, ia akan diacuhkan oleh banyak orang dan tewas karena terlena oleh sesuatu.”

“Aku menerima konsekuensinya,” jawab Batara Surya mantap. “Bagiku takdir adalah sesuatu yang harus dilalui, sedangkan ilmu adalah sesuatu yang harus digapai.”

“Baiklah. Suryatmaja, mendekatlah. Aku akan mengajarkan banyak ilmu kanuragan dan olah krida perang.”

Batara Surya kemudian pergi, meninggalkan mereka berdua. Meski begitu, Sang Surya tetap mengawasi putranya dari jauh.

Di sela waktu istirahat, Suryatmaja bertanya pelan.

“Guru… bila suatu hari nanti aku ditanya apakah aku benar muridmu atau bukan, bagaimana aku harus menjawab?”

Rama Bargawa menghela napas.

“Apa pentingnya itu? Ilmu akan menemukan kebenarannya sendiri. Siapa gurumu dan dari mana kau belajar tidaklah sepenting bagaimana kau menggunakan ilmu itu. Bila kau bermanfaat bagi orang lain, artinya ilmumu berguna. Dan seorang guru akan bangga bila muridnya berhasil.”

“Tapi kelak pasti akan banyak yang bertanya. Seorang anak kusir bisa memiliki ilmu kanuragan tinggi. Bahkan bila aku menjadi pemimpin, mungkin aku akan diragukan,” ujar Suryatmaja.

“Yang meragukanmu hanyalah mereka yang kotor hatinya dan tidak mampu mencapai apa yang kau capai,” jawab sang guru. “Berjalanlah lurus. Kebenaran akan menemukan jalannya sendiri. Dan kebenaran itu hanya milik kebenaran.”

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#basukarna #Lakon #wayang