Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Lakon Wayang Amarta Kelem 4: Mengapa Sepagi Ini Membahas Bencana?

Ki Damar • Rabu, 3 Desember 2025 | 06:26 WIB

ilustrasi lakon wayang Amarta Kelem.
ilustrasi lakon wayang Amarta Kelem.

Lakon wayang Amarta Kelem oleh Ki Damar*

ARJUNA menjawab penuh keyakinan. Menurutnya, Jimus Kalimasada bukan sekadar selembar kertas, melainkan pedoman hidup yang menjaga manusia tetap berada di jalan keselamatan. Kresna langsung menanggapi pernyataan itu.

“Kalau benar itu penyelamat,” ujar sang raja Dwarawati, “mengapa kalian justru berkumpul sepagi ini membahas bencana? Untuk apa rapat ini diadakan?”

Tak ada yang berani membalas. Ruang balairung mendadak hening. Kresna melanjutkan dengan nada tegas bahwa ia adalah titisan Hyang Wisnu.

Ia paham benar tentang dunia dan perputaran zaman. Bila para Pandawa ingin mengikuti sarannya, lakukan. Bila tidak, ia tak akan mencampuri urusan Amarta lagi.

Puntadewa yang tak enak hati segera memegang tangan Kresna.
“Maafkan kami, Kaka Prabu. Bukan kami tidak percaya. Hanya saja bencana ini membuat pikiran kami tidak wening. Kami kebingungan menentukan keputusan terbaik.”

Kresna menghela napas lalu menenangkan mereka. Menurutnya, semua ini demi rakyat. Pedoman hidup dapat dibicarakan nanti, tetapi keselamatan negeri harus didahulukan.

Puntadewa pun akhirnya menyerahkan Jamus Kalimasada. Ia berjanji akan mengikuti ke mana pun Kresna ingin menguburkan pusaka tersebut.

Kresna tersenyum dan meminta Puntadewa untuk ikut berjalan bersamanya.

Tak lama kemudian, Kyai Semar tiba di istana. Ia heran melihat suasana yang sunyi.
“Kenapa sepi, Sinuwun Puntadewa ke mana, Gus?” tanya Semar kepada Arjuna.

Arjuna menjelaskan bahwa Puntadewa sedang bersama Kresna untuk memendam Jamus Kalimasada sebagai tumbal, agar Amarta terbebas dari bencana.

Mendengar itu, Semar langsung terperanjat.
“Wah, ini tidak baik! Inilah sebab firasatku semalam terasa buruk. Hilangnya Jamus Kalimasada lebih parah daripada bencana yang menimpa negeri!”

Tanpa menunggu, Semar segera bergegas mengejar Kresna dan Puntadewa, berharap belum terlambat untuk mencegah keputusan yang dapat mengubah nasib Amarta. (*/den)

*Penulis lakon wayang Amarta Kelem alumnus ISI Surakarta

Editor : Deni Kurniawan
#Puntadewa #Lakon wayang #Pandawa #amarta kelem #arjuna #semar