Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Lakon Wayang Lesmana Krida 5 Habis, Jalan Menuju Kelanggengan

Ki Damar • Selasa, 9 Desember 2025 | 03:45 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Lesmana
Ilustrasi tokoh wayang Lesmana

Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*

“Adikku,” ujar Kumbakarna lirih namun tegas, “bagiku hanya inilah jalan menuju kelanggengan.”

“Apakah kakang benar-benar yakin tentang kelanggengan itu?” tanya Gunawan.

“Apa yang kau tahu tentang kelanggengan?” sahut Kumbakarna dengan suara berat. “Cukup. Aku tak ingin berdebat lagi. Panggilkan satria paling suci dari pihakmu untuk melawanku. Jika ia mengalahkanku, aku dapat pergi dengan tenang menyusul anak-anakku. Aku sudah jemu hidup di dunia yang dipenuhi dendam dan kebencian.”

Permintaan itu membuat Gunawan Wibisana menunduk pilu. Ia pun mendatangi Raden Lesmana, memohon dengan penuh hormat.

“Paduka Lesmana… hanya engkaulah yang masih suci dari segala pamrih dunia. Karena itu kakakku mempercayakan pintu kedamaiannya padamu.”

Lesmana menatap lekat wajah Gunawan. “Mengapa aku, Gunawan?”

“Sebab hanya paduka yang bersih dari keterikatan duniawi. Dengan keyakinan itu, kakakku percaya ia dapat meninggalkan dunia ini tanpa resah.”

Lesmana mengangguk perlahan.

“Baiklah. Aku akan memenuhi permintaannya. Namun ingat, surga atau neraka bukan bagian tugasku. Itu adalah keyakinan kakakmu sendiri.”

Dengan tenang Lesmana mengangkat busurnya. Suaranya menggema ke segenap palagan.

“Kumbakarna… tanganmu yang pernah berbuat salah akan kupisahkan. Kaki yang pernah melangkah ke tempat kejahatan akan kuputus. Dan lehermu akan kutaklukkan. Semoga rasa perih ini menjadi penebus dosamu dan membuka jalanmu menuju alam suci.”

Lima panah sakti melesat sekaligus memutus kedua tangan, kedua kaki, dan akhirnya leher sang raksasa agung.

Tubuh itu jatuh terpisah, membuat seluruh pasukan Alengka terdiam ngeri.

Betapa besar Kumbakarna, betapa dahsyat kekuatannya, namun kini ia rebah sebagai korban keluhuran hatinya sendiri.

Dewi Iswani, permaisuri setia itu, tak sanggup menahan duka. Ia merangkul tubuh suaminya yang telah terpotong-potong, lalu menusukkan senjata ke dadanya sendiri.

Di pangleburgangsa, keluarga besar Kumbakarna pun tuntas sudah garis hidupnya. Mereka lenyap dari dunia fana, kembali bersama menuju kaswargan—tempat keheningan abadi.

(*/naz)

*Penulis merupakan alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#gunawan #lesmana #Lakon #wayang #Kumbakarna