Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Cerpen Lakon Wayang Wisanggeni Takon Bapa 1, Bayi Api yang Lahir dari Kawah Candradimuka

Ki Damar • Selasa, 14 April 2026 | 17:00 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Wisanggeni
Ilustrasi tokoh wayang Wisanggeni

Cerpen Lakon Wayang oleh Ki Damar*

“Maafkan aku, cucuku. Aku sungguh kejam telah berani membuangmu ke Kawah Candradimuka ini. Namun apa dayaku, karena ini adalah perintah Hyang Jagad Girinata, yaitu Batara Guru,” ucap Batara Brama sambil menggendong cucunya yang baru saja lahir.

Batara Brama diperintahkan untuk menceraikan anak perempuannya dari Arjuna, panengah Pandawa. Tidak hanya itu, anak yang baru saja dilahirkan oleh Dresanala pun harus dibunuh.

Dengan mata terpejam, dewa api itu melemparkan cucunya ke dalam kawah yang penuh dengan api membara.

Tiba-tiba datang Kyai Semar yang mengetahui ketidakadilan ini. Seketika dunia terhenti, waktu pun membeku. Semar lalu berkata kepada kawah,

“Wahai Kawah Candradimuka, bila bayi itu sampai jatuh ke dalam dirimu, maka hilanglah martabat makhluk yang patuh pada keadilan. Tuhan akan menghukummu dengan api neraka yang jauh lebih panas daripadamu. Maka jika engkau tahu bahwa ini adalah sebuah ketidakbenaran, jadilah engkau sejuk dan jadikan bayi ini remaja yang bijak serta sakti.”

Baca Juga: Daftar Top Skor Final Four Proliga 2026 Putri: Irina Voronkova Lampaui 100 poin, Megawati Hangestri Peringkat 9

Tutur Semar membuat kawah gentar dan menuruti perintah Hyang Ismaya.

Lalu waktu kembali berjalan. Bayi itu pun jatuh ke dalam kawah. Namun, seketika terjadi hal yang mengejutkan—kawah meledak dan memuntahkan seorang remaja yang sangat tampan, dengan mata yang berkobar seperti api.

“Siapa aku ini?” tanya remaja itu.

“Aku ini Semar,” jawabnya.

“Oh, kamu Semar. Lalu aku ini siapa, Semar?” tanyanya kembali.

“Eh, kalau berbicara denganku, gunakan panggilan ‘Mbah’. Mbah Semar,” jawabnya.

(*/naz)

*Penulis merupakan dalang wayang kulit dan alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Lakon wayang #cerpen #Wisanggeni