Jawa Pos Radar Madiun - Dalam kisah pewayangan Jawa, Prabu Nagapaya dikenal sebagai raja Kiskenda yang memiliki ambisi besar untuk mempersunting Dewi Supraba.
Keinginannya yang begitu kuat membuat ia berani menyerang Kahyangan Suralaya dan menantang para dewa.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu kisah penting yang berkaitan dengan lahirnya Raden Pandu, tokoh besar yang kelak menjadi ayah para Pandawa.
Ramalan Hyang Narada
Cerita bermula ketika Prabu Abyasa, Raja Astina, pulang dari berburu di hutan. Di saat yang sama, permaisurinya Dewi Ambaini melahirkan seorang putra yang tampan bernama Sudarma.
Kelahiran bayi itu disambut kedatangan Hyang Narada yang membawa pesan penting dari para dewa.
“Hai Prabu Abyasa, putramu Sudarma atas kehendak Hyang Girinata akan diadu dengan Raja Kiskenda, Prabu Nagapaya,” ujar Hyang Narada.
Prabu Abyasa pun menyadari bahwa ancaman besar sedang mendekati kahyangan. Sebelumnya, para dewa memang pernah meminta bantuan untuk menghentikan pasukan Kiskenda, namun usaha tersebut belum berhasil.
Baca Juga: Mengenal Prabu Niwatakawaca, Tokoh Wayang Raksasa yang Nekat Menyerang Kahyangan Suralaya
Kahyangan Suralaya Dikepung
Sementara itu, Prabu Nagapaya bersama pasukan raksasanya telah mengepung Kahyangan Suralaya. Raja Kiskenda itu tetap bersikeras ingin mendapatkan Dewi Supraba.
Hyang Narada kemudian membawa bayi Sudarma ke hadapan Prabu Nagapaya. Namun, hal yang terjadi justru di luar dugaan.
Bayi Sudarma Dibunuh
Prabu Nagapaya yang murka langsung membanting bayi Sudarma dan melemparkannya dengan keras ke arah Hyang Narada hingga bayi itu meninggal dunia.
Hyang Narada segera melapor kepada Hyang Girinata mengenai kejadian tersebut.
Mendengar laporan itu, Hyang Girinata memerintahkan agar bayi Sudarma dimandikan dengan air kehidupan.
“Kakanda Narada, mandikanlah bayi itu dengan air kehidupan,” sabda Hyang Girinata.
Setelah dimandikan, bayi Sudarma hidup kembali. Ia muncul dengan membawa panah dan busur sebagai senjata perang.
Raden Pandu Menumbangkan Prabu Nagapaya
Meski masih bayi, Sudarma yang juga dikenal sebagai Raden Pandu langsung maju menghadapi Prabu Nagapaya. Dengan kesaktian yang diberikan para dewa, ia melepaskan anak panah ke arah Raja Kiskenda.
Panah tersebut tepat mengenai Prabu Nagapaya hingga sang raja raksasa tewas seketika.
Tidak hanya itu, pasukan raksasa Kiskenda juga berhasil dihancurkan oleh Raden Pandu yang saat itu disebut sebagai jago para dewa.
Kemenangan tersebut membawa kegembiraan besar bagi seluruh penghuni kahyangan.
Atas jasanya menyelamatkan Kahyangan Suralaya, Hyang Girinata memberikan anugerah minyak tala kepada Raden Pandu.
Selain itu, ia juga mendapatkan gelar baru sebagai Raden Pandudewanata.
Kisah ini menjadi salah satu bagian penting dalam pewayangan Jawa karena menandai awal kesaktian Raden Pandu yang kelak melahirkan keturunan besar, yakni para Pandawa. (*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani