Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Dari Raja Raksasa Menjadi Senjata Sakti, Inilah Akhir Tragis Tokoh Wayang Prabu Nagaprasanta

Ki Damar • Jumat, 8 Mei 2026 | 16:51 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Prabu Nagaprasanta. (RADAR MADIUN)
Ilustrasi tokoh wayang Prabu Nagaprasanta. (RADAR MADIUN)

Jawa Pos Radar Madiun - Dalam kisah pewayangan Jawa, Prabu Nagaprasanta dikenal sebagai raja raksasa dari Negara Renggabumi yang pernah menggempur Kahyangan Suralaya.

Sosoknya terkenal sangat sakti karena mampu berubah wujud menjadi ular naga raksasa.

Ambisi Prabu Nagaprasanta tidak hanya ingin mempersunting Dewi Supraba, tetapi juga bercita-cita menjadi penguasa Tribuwana atau seluruh alam.

Dengan kekuatan besar dan dukungan pasukan raksasa, ia datang menyerang kahyangan dan menantang para dewa secara terbuka.

Dibantu Patih Gajah Kelabu

Dalam peperangan tersebut, Prabu Nagaprasanta dibantu oleh patih setianya bernama Yudaketi, seekor gajah kelabu raksasa yang memiliki kekuatan luar biasa.

Serangan besar dari Renggabumi membuat para dewa kewalahan menghadapi amukan pasukan raksasa.

Untuk menghadapi ancaman itu, para dewa menunjuk Wasi Jaladara sebagai senopati utama kahyangan.

Wasi Jaladara Jadi Jago Dewa

Wasi Jaladara yang kelak dikenal sebagai Prabu Baladewa maju ke medan perang dengan menunggang gajah Puspadenta.

Ia juga membawa senjata sakti Alugara, hadiah dari Batara Brahma untuk menghadapi kekuatan Prabu Nagaprasanta.

Pertarungan antara keduanya berlangsung sengit. Prabu Nagaprasanta yang menunggang gajah Yudaketi berhadapan langsung dengan Wasi Jaladara.

Baca Juga: Mengenal Prabu Niwatakawaca, Tokoh Wayang Raksasa yang Nekat Menyerang Kahyangan Suralaya

Duel Sengit Sehari Semalam

Perang tanding antara Jaladara dan Prabu Nagaprasanta berlangsung sangat lama. Selama sehari penuh, tidak ada pihak yang mampu unggul ataupun kalah.

Keduanya sama-sama memiliki kesaktian tinggi dan kekuatan luar biasa.

Karena ingin segera mengakhiri peperangan, Wasi Jaladara akhirnya menggunakan senjata Alugara untuk menyerang Prabu Nagaprasanta.

Serangan tersebut berhasil membinasakan Raja Renggabumi itu.

Berubah Menjadi Senjata Nenggala

Setelah tewas, tubuh Prabu Nagaprasanta berubah menjadi senjata sakti bernama Nenggala.

Sanghyang Brahma kemudian menghadiahkan senjata tersebut kepada Wasi Jaladara sebagai bentuk penghargaan atas jasanya menyelamatkan Kahyangan Suralaya.

Sementara itu, Yudaketi yang kehilangan rajanya mengamuk di medan perang.

Namun, amukan itu berhasil dihentikan setelah Wasi Jaladara memukulnya menggunakan senjata Nenggala yang berasal dari tubuh Prabu Nagaprasanta sendiri.

Yudaketi akhirnya roboh dan menyerah.

Wasi Jaladara Menjadi Baladewa

Setelah kemenangan tersebut, Yudaketi dan gajah Puspadenta menjadi milik Wasi Jaladara.

Atas keberhasilannya menyelamatkan kahyangan, ia kemudian diangkat sebagai jago para dewa atau bala dewa.

Kelak, saat menjadi raja di Mandura, Wasi Jaladara atau Kakrasana dikenal dengan gelar Prabu Baladewa, salah satu tokoh besar dalam dunia pewayangan Jawa. (*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#nagaprasanta #baladewa #Kahyangan #Tokoh #wayang