Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Cerpen Wayang Narayana Begal Pembela Rakyat 3: Menggugat Makna Keadilan

Ki Damar • Rabu, 1 Juli 2026 | 18:28 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Narayana atau Kresna, salah satu tokoh ksatria Pandawa.
Ilustrasi tokoh wayang Narayana atau Kresna, salah satu tokoh ksatria Pandawa.

Cerpen Wayang oleh Ki Damar*

"Mereka memang mencuri hak rakyat. Namun, kau juga mengambil milik mereka dengan kekerasan. Hukum tidak bisa ditegakkan dengan pelanggaran hukum yang baru."

Narayana mengepalkan tangan.

"Kalau aku diam, rakyat akan terus menderita!" bentaknya penuh emosi.

Anjali memandangnya tanpa sedikit pun rasa takut.

"Aku mengerti kemarahanmu," katanya pelan. "Tetapi kemarahan bukanlah keadilan."

Narayana semakin geram.

"Di mana keadilan ketika rakyat kelaparan? Di mana keadilan ketika para pejabat hidup bermewah-mewahan?"

Anjali menjawab dengan tenang.

"Keadilan bukanlah balas dendam."

"Lalu apa?"

"Kebijaksanaan."

Narayana menggeleng keras.

"Nasihatmu tidak akan mengenyangkan rakyat."

Anjali tersenyum tipis.

"Dan amarahmu tidak akan menyelesaikan masalah."

Kedua pemuda itu saling menatap tajam. Tak seorang pun bersedia mengalah.

"Kalau begitu, buktikan kata-katamu!" teriak Narayana sambil mencabut senjatanya.

Maka terjadilah pertempuran sengit. Pohon-pohon berguncang, sementara batu-batu pecah berhamburan akibat dahsyatnya benturan.

Narayana menyerang dengan keberanian luar biasa, tetapi setiap serangannya selalu mampu dipatahkan oleh Anjali. 

Semakin lama tenaganya semakin terkuras, hingga akhirnya ia terjatuh dan senjatanya terlepas dari genggaman.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#narayana #cerpen #korupsi #wayang