Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Cerpen Banuwati dan Dosa Terakhir 4: Keris yang Menjaga Kehormatannya

Ki Damar • Jumat, 3 Juli 2026 | 18:57 WIB
Ilustrasi Banuwati bersama seorang pria. (RADAR MADIUN)
Ilustrasi Banuwati bersama seorang pria. (RADAR MADIUN)

Cerpen Lakon Wayang oleh Ki Damar*

Banuwati melihat kemarahan mulai menguasai akal sehat Kartamarma. Saat itulah ia menyadari bahwa kata-kata tidak lagi mampu menghentikan pria itu.

Kartamarma melangkah semakin dekat.

"Kau harus menurut," katanya dengan suara berat.

Banuwati menatapnya tanpa berkedip.

"Dan bila aku menolak?"

Kartamarma menjawab dengan dingin.

"Mungkin malam ini menjadi malam terakhirmu."

Ruangan mendadak sunyi. Banuwati memandang wajah pria yang dahulu dianggapnya sebagai saudara sendiri. Kini, sosok yang berdiri di hadapannya hanyalah seorang lelaki yang telah dikalahkan oleh hawa nafsu dan dendam.

Perlahan, Banuwati menundukkan kepala.

Baca Juga: Korupsi Motor Listrik BGN Seret Sosok Kolonel TNI Inisial BU, Diduga Terlibat Markup Harga

Kartamarma mengira Banuwati telah menyerah.

"Akhirnya kau mengerti," katanya.

Banuwati tidak menjawab. Ia hanya memejamkan mata. Di dalam hati, ia berdoa kepada para leluhur, memohon kekuatan agar mampu menjaga kehormatan terakhir yang masih dimilikinya.

Saat Kartamarma lengah, tangan Banuwati perlahan meraih sebilah keris yang tergeletak di dekat lampu minyak. Jemarinya menggenggam gagang keris itu dengan erat.

Lalu, dalam satu gerakan cepat... "Tidak!" teriak Banuwati.

Tus!

Keris itu menancap tepat di dada Kartamarma. Mata pria itu membelalak. Darah mengalir dari dadanya.

"Kau..."

Ia mundur dengan langkah sempoyongan. Banuwati tetap berdiri dengan napas memburu.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#banuwati #kurawa #cerpen #wayang