Bupati Magetan Suprawoto menginstruksikan dinas terkait mengkaji paparan. Menurutnya saat ini, pasar desa dikelola badan usaha milik desa (BUMDes) masing-masing. Dia meyakini melalui swakelola dapat mengoptimalkan peran pemerintah dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
‘’Cara ini dapat menemukan skema-skema perbankan mengelola pasar desa. Modelnya tim ahli seperti pengembang. Karena perbankan yang main bukan investor, itu harganya lebih murah,’’ kata Kang Woto, sapaan bupati.
Gambaran sederhananya, pasar desa dikembangkan pihak ketiga dengan menggandeng perbankan untuk modal pembiayaan. Selanjutnya, pedagang yang melunasi dengan diangsur. Kang Woto tidak keberatan asalkan angsuran dibantu subsidi desa untuk meringankan pedagang. ‘’Sudah dipaparkan di beberapa daerah berhasil, berarti aturannya berarti sudah benar. Kalau memungkinkan kami copy-paste saja,’’ terangnya.
Bupati menyadari kemampuan anggaran desa terbatas untuk merevitalisasi pasar desa. Kehadiran pihak ketiga menjadi angin segar membantu permodalan di sektor akar rumput mengembangkan usahanya. Dia sempat menyodorkan Pasar Desa Ngariboyo untuk uji coba revitalisasi pasar desa. ‘’Terpenting ada subsidi desa membantu angsuran pedagang. Karena itu, saya minta ada kajian, nanti mungkin ada pertemuan lanjutan,’’ pungkasnya. (mg1/kid) Editor : Hengky Ristanto