Jawa Pos Radar Madiun - Tren investasi digital kian diminati masyarakat.
Namun, hal ini juga membuka celah bagi oknum tak bertanggung jawab yang memanfaatkan celah tersebut untuk menipu.
Salah satu modus terbaru yang kini ramai terjadi adalah investasi berkedok aplikasi palsu, yang menyasar baik investor pemula maupun berpengalaman.
Skema penipuan ini tampak rapi dan profesional, karena pelaku sengaja meniru aplikasi resmi dari perusahaan sekuritas besar.
Mereka biasanya mengundang korban lewat grup WhatsApp atau Telegram, lalu menyebarkan tautan unduhan aplikasi dalam bentuk APK ilegal, bukan dari toko aplikasi resmi seperti Play Store atau App Store.
Ciri-Ciri Aplikasi Investasi Palsu
1. Tidak Terdaftar di OJK dan Kominfo
Legalitas aplikasi tidak bisa ditemukan di situs OJK atau Kominfo. Ini pertanda bahwa aplikasi tersebut bukan bagian dari sistem keuangan yang resmi.
2. Distribusi Lewat Tautan Langsung, Bukan Play Store
Aplikasi disebar lewat grup percakapan, bukan diunduh melalui toko resmi. Tautan langsung ini sering kali disertai dengan narasi keuntungan besar.
3. Iming-iming Keuntungan Besar dan Pasti
Janji return tinggi tanpa risiko, bahkan diklaim ada pengembalian dana jika rugi. Ini sangat tidak masuk akal dalam dunia investasi yang sah.
4. Transfer Dana ke Rekening Pribadi atau Pihak Ketiga
Dana investasi tidak ditransfer ke Rekening Dana Nasabah (RDN) atas nama investor, tapi ke rekening tidak dikenal.
5. Tampilan Mirip Platform Resmi tapi Ilegal
Logo dan UI aplikasi dibuat menyerupai platform asli, padahal tidak memiliki izin resmi.
Cara Menghindari Penipuan Investasi Berkedok Aplikasi
Verifikasi legalitas aplikasi dan perusahaan lewat www.ojk.go.id atau situs Kominfo.
Hanya unduh aplikasi dari Google Play Store atau App Store.
Transfer dana ke RDN atas nama pribadi, bukan pihak ketiga atau rekening asing.
Waspadai ajakan investasi dari grup-grup informal, apalagi yang menjanjikan keuntungan tetap.
Laporkan aktivitas mencurigakan ke Satgas Waspada Investasi di bawah OJK atau kepolisian.
Di era digital, investasi memang semakin mudah diakses. Namun, kemudahan ini dibarengi dengan risiko penipuan yang semakin canggih.
Jangan mudah tergoda oleh iming-iming keuntungan besar yang tidak masuk akal. Pastikan legalitas, cek sumber informasi, dan edukasi diri secara berkala.
Ingat: investasi itu cerdas, bukan instan. Lebih baik untung kecil tapi aman, daripada tertipu dan kehilangan segalanya. (osi/naz)
Editor : Mizan Ahsani