Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Jaga Kualitas Aset Tetap Sehat, Ini Strategi Manajemen Risiko BRI di Tengah Dinamika Ekonomi Global

Hengky Ristanto • Rabu, 14 Mei 2025 | 20:58 WIB
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. tetap mampu menjaga kualitas aset dan pembiayaan secara berkelanjutan.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. tetap mampu menjaga kualitas aset dan pembiayaan secara berkelanjutan.

JAKARTA, Jawa Pos Radar Madiun – Di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat konflik geopolitik dan perang tarif, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. tetap mampu menjaga kualitas aset dan pembiayaan secara berkelanjutan.

Fokus utama tetap pada sektor UMKM yang menyumbang porsi terbesar dalam portofolio pembiayaan BRI.

Direktur Manajemen Risiko BRI Mucharom menegaskan bahwa perseroan mengedepankan pertumbuhan selektif dengan prinsip kehati-hatian.

Hingga Maret 2025, BRI mencatat penyaluran kredit UMKM sebesar Rp1.126,02 triliun atau 81,97 persen dari total kredit.

"Kunci kami adalah memperkuat sistem pemantauan dan early warning system," ujarnya dalam paparan kinerja keuangan triwulan I, Rabu (30/4).

Langkah mitigasi itu membuahkan hasil. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) BRI berhasil turun dari 3,11 persen (Q1 2024) menjadi 2,97 persen (Q1 2025).

Perbaikan juga tercermin dari rasio Loan at Risk (LAR) yang menyusut dari 12,68 persen menjadi 11,12 persen pada periode yang sama.

Mucharom menambahkan, selain sistem peringatan dini, BRI juga menyempurnakan fraud detecting system.

Penguatan ini dilakukan untuk mendeteksi potensi risiko sejak dini serta menelaah ulang proses bisnis secara menyeluruh.

"Kami review sistem dan tools yang ada. Mulai dari credit scoring, credit rating hingga segmentasi risiko tiap sektor dan wilayah," imbuhnya.

Perusahaan juga memperkuat kapasitas sumber daya manusia, khususnya tim di lini bisnis utama, untuk memastikan strategi pengelolaan risiko berjalan optimal.

Mucharom sendiri baru diangkat sebagai Direktur Manajemen Risiko dalam RUPST BRI pada 24 Maret 2025.

Meski global economy dihantui tensi geopolitik dan tekanan perdagangan internasional, BRI tetap mencatat kinerja solid.

Pada triwulan I 2025, BRI berhasil membukukan laba bersih Rp13,80 triliun. Sementara total aset tumbuh 5,49 persen (YoY) menjadi Rp2.098,23 triliun.

“Di tengah tekanan global, menjaga kualitas aset adalah prioritas. UMKM tetap jadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional, dan BRI hadir memastikan mereka bisa bertahan dan naik kelas,” pungkas Mucharom. (*)

Editor : Hengky Ristanto
#umkm #ekonomi global #rupst #bri