Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Dikenal Buka 24 Jam dan Harga Lebih Murah, Ini Sederet Fakta Unik Warung Madura

Elin Restiyani • Sabtu, 16 Agustus 2025 | 23:31 WIB
Ilustrasi warung Madura atau toko kelontong yang buka 24 jam.
Ilustrasi warung Madura atau toko kelontong yang buka 24 jam.

Jawa Pos Radar Madiun - Siapa yang tak mengenal warung atau toko kelontong Madura.

Bagi warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), keberadaan warung Madura sudah bukan hal asing.

Hampir di setiap lingkungan warga selalu ada warung Madura yang buka 24 jam nonstop.

Saking konsistennya melayani pembeli, banyak yang menyebut warung Madura hanya tutup saat kiamat.

Uniknya, meski jumlahnya banyak dan lokasinya berdekatan, mereka tidak merasa saling bersaing.

Justru, para penjual saling melengkapi karena tergabung dalam komunitas atau paguyuban warung Madura. Biasanya, tempat berjualan dikontrak tahunan.

Berikut tujuh fakta menarik seputar warung Madura yang jarang diketahui:

Baca Juga: Kereta Api Luxury Sleeper: Pengalaman Perjalanan Mewah dan Eksklusif untuk Penumpang, Tidur Nyaman Sampai Tujuan

1. Buka 24 Jam Nonstop

Warung Madura sudah dikenal sejak awal selalu buka 24 jam tanpa henti. Berbeda dengan warung kelontong biasa yang umumnya tutup pukul 21.00 atau 22.00.

Penjual biasanya membagi jadwal dengan sistem shift, umumnya pasangan suami-istri. Istri menjaga dari pagi hingga magrib, lalu digantikan suami hingga pagi.

2. Etalase Kaca Berisi Beras

Ciri khas lain adalah etalase kaca di bagian depan yang berisi berbagai jenis beras.

Sementara di bagian samping dan belakang terdapat rak kayu berisi kebutuhan pokok, mulai mi instan, tepung, gula hingga minyak goreng.

3. Ada Pompa Bensin Pertamini

Banyak warung Madura juga menjual bahan bakar minyak (BBM) dengan mesin pompa Pertamini.

Jika tidak, bensin biasanya disimpan dalam botol, dijual Rp12 ribu untuk Pertalite dan Rp14 ribu untuk Pertamax.

Baca Juga: Kereta Api Luxury Sleeper: Pengalaman Perjalanan Mewah dan Eksklusif untuk Penumpang, Tidur Nyaman Sampai Tujuan

4. Penjual Laki-Laki Identik dengan Sarung

Penjual laki-laki umumnya mengenakan sarung dan berusia antara 26–55 tahun. Saat siang hari, mereka kerap beristirahat di warung dengan beralaskan tikar, sebelum melanjutkan shift malam.

5. Penjual Berganti Tiap Tiga Bulan

Rata-rata penjual diganti setiap tiga bulan dengan saudaranya dari Madura.

Mereka datang dari Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Umumnya mereka bekerja di bawah pemilik warung yang disebut bos.

6. Harga Lebih Murah

Salah satu alasan warung Madura selalu ramai adalah harga barangnya yang lebih murah dibanding minimarket modern maupun warung biasa.

7. Lokasi Selalu Berdekatan

Warung Madura biasanya berlokasi berdekatan di kawasan warga, bahkan hingga di pinggir jalan raya.

Kondisi ini justru memudahkan masyarakat yang butuh belanja cepat tanpa harus ke minimarket. (eln/naz)

Editor : Mizan Ahsani
#fakta #24 jam #harga #warung madura #buka #toko kelontong #murah