Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Rupiah Melemah ke Rp16.724 per Dolar AS: Tekanan Global dan Sentimen The Fed Masih Jadi Beban

Sukma Maharani Putri • Jumat, 14 November 2025 | 00:17 WIB
Rupiah kembali tertekan ke Rp16.700 per dolar AS, dipicu penguatan dolar global dan belum pastinya arah kebijakan The Fed.
Rupiah kembali tertekan ke Rp16.700 per dolar AS, dipicu penguatan dolar global dan belum pastinya arah kebijakan The Fed.

Jawa Pos Radar Madiun - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada perdagangan Kamis pagi, 13 November 2025.

Berdasarkan data pasar keuangan, rupiah turun 7 poin atau sekitar 0,04 persen ke posisi Rp16.724 per dolar AS, dari sebelumnya Rp16.717 per dolar AS.

Pelemahan ini mencerminkan tekanan eksternal yang masih kuat di pasar valuta asing, terutama akibat penguatan indeks dolar AS yang terdorong oleh ekspektasi kebijakan moneter ketat dari Federal Reserve (The Fed).

Faktor Penyebab Pelemahan Rupiah

Analis pasar uang menyebut ada beberapa faktor utama yang memengaruhi pelemahan rupiah kali ini, di antaranya:

Data inflasi AS yang dirilis di atas ekspektasi pasar, mendorong penguatan dolar.

Kekhawatiran investor terhadap prospek suku bunga tinggi yang berkepanjangan di AS.

Permintaan dolar meningkat menjelang akhir tahun untuk kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri.

Dari sisi domestik, pelaku pasar kini menantikan langkah Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan arus modal asing di tengah ketidakpastian global.

Prospek Rupiah ke Depan

Sejumlah ekonom memperkirakan pergerakan rupiah hari ini berada di kisaran Rp16.700–Rp16.750 per dolar AS.

Intervensi BI di pasar valas dan penguatan cadangan devisa diharapkan dapat menahan pelemahan lebih lanjut.

“Selama sentimen global masih didominasi kekhawatiran suku bunga tinggi, tekanan terhadap rupiah akan tetap terasa.

Namun, dukungan fundamental domestik yang kuat masih menjadi penopang stabilitas,” ujar seorang analis pasar uang di Jakarta.

Pemerintah dan otoritas moneter diharapkan terus memantau dinamika global serta memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter agar nilai tukar tetap terjaga stabil menjelang akhir tahun. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#rupiah melemah #nilai tukar rupiah #kurs rupiah