Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Batik Siger Mendunia! Kisah Laila Al Khusna Bangkitkan Batik Lampung Lewat Rumah BUMN BRI

Hengky Ristanto • Senin, 1 Desember 2025 | 15:16 WIB
Batik Siger terus berkembang berkat pemberdayaan Rumah BUMN BRI
Batik Siger terus berkembang berkat pemberdayaan Rumah BUMN BRI

LAMPUNG – Di ruang kecil yang dipenuhi aroma malam batik, para pengrajin tampak tekun memainkan canting.

Di antara mereka, Laila Al Khusna berdiri sebagai sosok perempuan berdaya yang lebih dari satu dekade menjadi wajah pelestarian budaya batik Lampung.

Melalui Batik Siger, ia menenun misi besar: memberdayakan masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya daerah.

Laila tumbuh di keluarga yang bergelut di dunia batik.

Saat UNESCO menetapkan batik sebagai warisan budaya dunia pada 2009, semangatnya semakin menyala.

Pemerintah daerah kemudian menyerukan agar tiap provinsi memiliki batik khas sebagai pakaian wajib ASN dan BUMN.

“Saat itu tidak ada pembatik di Lampung. Mayoritas dari Jawa. Saya melihat peluang,” ungkapnya.

Pada 2008, Laila mendirikan Lembaga Kursus dan Pelatihan Batik Siger.

Dari situlah Batik Siger tumbuh menjadi ikon lokal.

Meski awalnya sulit mencari peserta, ia tak menyerah.

Door-to-door ke RT, kelurahan, hingga kelompok arisan, ia terus mengenalkan batik Lampung.

Kini, banyak alumninya sukses membuka usaha batik sendiri.

Sekitar 80 persen penjualan Batik Siger terserap pasar Lampung, sementara sisanya menyebar hingga luar daerah lewat e-commerce.

Batik Siger dikenal memegang prinsip keberlanjutan.

Sekitar 70 persen produksi telah menggunakan pewarna alami, sementara limbah pewarna sintetis disaring agar aman bagi lingkungan.

Sisa kain dimanfaatkan menjadi produk lain sehingga mendekati konsep zero waste.

Komitmen ini membuat Batik Siger meraih Penghargaan Upakarti 2014 atas kontribusinya terhadap lingkungan dan sosial.

Perjalanan Batik Siger tak lepas dari dukungan Program Rumah BUMN BRI.

Laila bergabung sejak 2011–2012 saat pemerintah daerah mendorong UMKM mengikuti pembinaan.

“Di Rumah BUMN BRI kami belajar manajemen, pemasaran, digital marketing, e-commerce, hingga cara mengakses permodalan,” jelasnya.

Materi yang diterapkan membuat Batik Siger naik kelas dan lebih siap bersaing di pasar nasional.

Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan bahwa BRI bukan hanya memberi akses permodalan, melainkan juga pendampingan bisnis, edukasi manajemen, hingga memperluas jejaring pasar.

“Kombinasi literasi, digitalisasi, dan fasilitasi akses kami dorong agar UMKM naik kelas dan mampu menciptakan nilai tambah,” tegasnya.

Editor : Hengky Ristanto
#pemberdayaan umkm #batik Lampung #batik nusantara #Laila Al Khusna #rumah bumn bri #budaya lampung #Lampung #Batik Siger #BRI UMKM #UMKM Lampung #batik pewarna alami