Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Sentimen Domestik Lesu, Nilai Tukar Rupiah Tertekan Defisit Anggaran dan Penurunan Cadangan Devisa

Dony Christiandi • Selasa, 14 April 2026 | 09:54 WIB
Ilustrasi nilai tukar rupiah. (JAWA POS)
Ilustrasi nilai tukar rupiah. (JAWA POS)

Jawa Pos Radar Madiun - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah pada perdagangan Selasa (14/4) pagi.

Mata uang Garuda tercatat turun 25 poin atau 0,15 persen ke level Rp17.130 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di posisi Rp17.105 per dolar AS.

Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengungkapkan bahwa pelemahan ini didorong oleh fundamental ekonomi domestik yang tengah menghadapi sejumlah tantangan berat.

Baca Juga: Pecah Rekor! Stok Beras Nasional Tembus 4,6 Juta Ton, Mentan Jamin Pangan Aman

Faktor Domestik: Defisit APBN hingga Penurunan Cadeve

Menurut Lukman, sentimen domestik yang melemah menjadi motor utama depresiasi rupiah. Ada empat faktor kunci yang menjadi perhatian pasar saat ini:

  1. Lonjakan Defisit APBN: Per Maret 2026, defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) melonjak drastis hingga Rp240,1 triliun, naik 140 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

  2. Cadangan Devisa (Cadev) Menyusut: Posisi cadev Indonesia akhir Maret 2026 tercatat sebesar 148,2 miliar dolar AS, menurun dari posisi Februari 2026 yang sempat menyentuh 151,9 miliar dolar AS.

  3. Surplus Perdagangan yang Tipis: Meski masih mencetak surplus sebesar 1,27 miliar dolar AS pada Februari 2026, angka ini dinilai masih relatif kecil untuk menopang stabilitas mata uang.

  4. Downgrade Pertumbuhan Ekonomi: Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 4,8 persen menjadi 4,7 persen.

Sentimen Global: Harapan dari Harga Minyak dan Perdamaian

Meskipun dihantam sentimen negatif dalam negeri, rupiah masih memiliki peluang untuk menguat atau setidaknya tertahan pelemahannya.

Hal ini didorong oleh faktor eksternal, terutama pulihnya sentimen pasar global dan penurunan harga minyak dunia yang kini berada di bawah 100 dolar AS per barel.

"Investor menaruh harapan pada perundingan damai (AS-Iran) yang diharapkan masih berlanjut," ungkap Lukman. Penurunan harga komoditas energi ini memberikan napas lega bagi postur impor migas Indonesia.

Berdasarkan dinamika antara tekanan domestik dan sedikit pelonggaran dari sentimen global, nilai tukar rupiah diprediksi akan bergerak fluktuatif namun cenderung terbatas pada hari ini. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#hari ini #nilai tukar rupiah #rupiah #kurs dolar