Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Instrumen Ekonomi Syariah Lebih Kebal di Tengah Gejolak Harga, Begini Penjelasan Pakar

Dony Christiandi • Selasa, 21 April 2026 | 20:19 WIB
Ilustrasi manajemen keuangan syariah.
Ilustrasi manajemen keuangan syariah.

Jawa Pos Radar Madiun - Pakar ekonomi syariah, Munifah Syanwani, menilai bahwa karakteristik sistem keuangan Islam memberikan perlindungan lebih kuat terhadap dampak ketidakpastian pasar global.

Keunggulan ekonomi syariah terletak pada fundamentalnya yang berfokus pada aktivitas nyata dan tidak bergantung pada spekulasi suku bunga yang fluktuatif.

Munifah menjelaskan bahwa ketika harga energi melonjak drastis, pasar konvensional biasanya akan mengalami volatilitas ekstrem yang memicu ketidakstabilan moneter.

“Saat harga minyak melonjak di atas 100 dolar per barel, pasar modal konvensional mengalami volatilitas ekstrem karena sangat bergantung pada suku bunga dan sentimen pasar,” ujarnya.

Sebaliknya, indeks dalam ekosistem ekonomi syariah menunjukkan daya tahan yang jauh lebih solid karena setiap instrumennya harus didukung oleh aset fisik yang jelas.

“Instrumen syariah berpatokan pada sektor riil dan berbasis aset, serta tidak mendorong spekulasi berlebihan,” kata Wakil Ketua Harian IAEI tersebut menegaskan prinsip dasar sistem tersebut.

Kenaikan harga minyak dunia di atas level normal justru berpotensi menciptakan surplus likuiditas yang melimpah, terutama di negara-negara produsen di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Jika RI Ingin Jadi Negara Maju, Pertumbuhan Ekonomi Harus 6,7 Persen: Mustahil atau Realistis?

Kondisi ini diprediksi akan mendorong arus modal besar kembali masuk ke dalam sektor keuangan syariah serta memperkuat rantai pasok industri halal secara global.

Meski demikian, Munifah tidak menutup mata bahwa lonjakan biaya energi tetap memberikan tantangan tersendiri bagi biaya produksi industri halal di dalam negeri.

Efisiensi operasional menjadi sangat penting agar daya saing produk halal tetap terjaga di tengah tekanan inflasi energi yang sedang terjadi saat ini.

Munifah menekankan bahwa kunci utama dalam menjaga stabilitas nasional adalah dengan terus memperkuat basis sektor riil melalui integrasi industri halal yang mumpuni.

Dengan berpijak pada aset dan aktivitas ekonomi yang nyata, sistem ini terbukti lebih mampu menahan guncangan dari fluktuasi pasar keuangan dunia yang tidak menentu.

Sebagai penutup, penguatan literasi mengenai instrumen syariah diharapkan dapat memberikan alternatif perlindungan bagi para investor dan pelaku usaha di masa depan.

Pendekatan yang berkeadilan dan transparan menjadi fondasi kuat bagi Indonesia untuk terus memimpin pertumbuhan industri syariah di kancah internasional. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#sentimen pasar #harga naik #ekonomi syariah #efisiensi