Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Modal Asing Keluar 1,47 Miliar Dolar AS, Bagaimana Dampaknya Terhadap Nilai Tukar Rupiah?

Dony Christiandi • Rabu, 22 April 2026 | 13:14 WIB
Ilustrasi kurs dolar
Ilustrasi kurs dolar

Jawa Pos Radar Madiun - Mata uang rupiah saat ini sedang menghadapi tekanan depresiasi yang cukup kuat hingga melewati ambang batas psikologis Rp17.000 per dolar AS pada pertengahan April 2026.

Fenomena ini dipicu oleh aksi jual aset domestik oleh investor nonresiden serta peningkatan ketidakpastian geopolitik yang memicu volatilitas pasar keuangan global.

Teuku Riefky dari LPEM FEB UI mencatat bahwa pelemahan rupiah mencapai 0,88 persen dalam periode satu bulan terakhir seiring terjadinya arus keluar modal bersih senilai 1,47 miliar dolar AS.

"Ini melewati ambang psikologis Rp17.000 per per dolar AS," ujarnya saat menjelaskan kondisi terkini nilai tukar di Jakarta.

Guna meredam volatilitas tersebut, Bank Indonesia terus melakukan intervensi pasar yang berdampak pada penurunan cadangan devisa secara signifikan.

Namun, langkah ini dinilai perlu dilakukan untuk memastikan agar pelemahan rupiah tidak terjadi secara liar dan mengganggu ekspektasi inflasi impor.

Baca Juga: ​Persita Tangerang vs Bali United: Ujian Berat Pendekar Cisadane Hentikan Agresivitas Serdadu Tridatu

Terdapat pula pola musiman pada kuartal kedua berupa pembayaran imbal hasil aset kepada investor asing yang turut memberikan beban tambahan pada mata uang Garuda.

Faisal Rachman dari Permata Bank memproyeksikan bahwa mata uang ini masih berpeluang menguat ke bawah Rp17.000.

Itu jika fundamental ekonomi tetap terjaga kuat. 

“Jika semua hal tersebut dapat terwujud maka bisa jadi katalis positif Indonesia. Meski jika pun ke bawah Rp17.000 per dolar AS, namun masih di kisaran Rp16.800-16.900 per dolar AS,” kata Faisal.

Dukungan dari sisi penerimaan negara dan keberlanjutan fiskal akan menjadi kunci utama bagi pemulihan nilai tukar memasuki semester kedua tahun ini.

Para ahli sepakat bahwa stabilitas eksternal hanya bisa dicapai jika koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter berjalan secara harmonis untuk menahan guncangan dari luar. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#ekonomi #Bank Indonesia #nilai tukar rupiah #kurs #Dolar