Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

BRI Dorong Perempuan Lewat Urban Farming, IPM Naik 47 Persen

Hengky Ristanto • Kamis, 23 April 2026 | 13:25 WIB
Program BRInita BRI Peduli mendorong perempuan mengelola urban farming di lahan terbatas. FOTO: BRI
Program BRInita BRI Peduli mendorong perempuan mengelola urban farming di lahan terbatas. FOTO: BRI

JAKARTA – Peran perempuan dalam pembangunan terus diperkuat. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menghadirkan program BRInita (BRI Bertani di Kota) untuk mendorong pemberdayaan berbasis urban farming.

Program tersebut menjadi wadah bagi perempuan untuk berkontribusi dalam ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari lahan terbatas di perkotaan.

Corporate Secretary BRI Dhanny menyebut, BRInita dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan inovasi perempuan melalui pengelolaan kebun perkotaan.

“Program ini mendorong perempuan lebih aktif, produktif, dan inovatif,” ujarnya.

Melalui program BRI Peduli, bantuan yang diberikan tidak hanya berupa fasilitas fisik, tetapi juga pembinaan berkelanjutan.

Di antaranya pembangunan greenhouse yang mendukung metode vertikultur, hidroponik, dan wall gardening.

Vertikultur dilakukan dengan sistem tanam bertingkat, hidroponik memanfaatkan media air dengan nutrisi, sedangkan wall gardening menggunakan dinding sebagai ruang tanam.

Ketiga metode tersebut memungkinkan budidaya tanaman hortikultura bernilai ekonomi. Mulai sayuran, buah, bunga, hingga tanaman obat keluarga.

BRI juga menggandeng tenaga ahli untuk memberikan pelatihan serta melakukan monitoring terhadap hasil panen peserta.

Program ini selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan tanpa kelaparan serta pembangunan kota berkelanjutan.

Sejak diluncurkan pada 2022, BRInita telah menjangkau 40 kelompok di 40 titik ruang terbuka hijau di berbagai daerah. Sebanyak 1.351 peserta terlibat dalam program tersebut.

Dari sisi dampak, BRInita mencatat peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) perempuan hingga 47 persen.

Selain itu, program menghasilkan 25.828 tanaman sayuran, 12.120 liter pupuk organik cair, serta 2.315 liter eco enzyme.

Kontribusi lingkungan juga terlihat dari efisiensi emisi gas rumah kaca sebesar 645,7 kilogram CO2 ekuivalen.

“Program ini menjadi wadah positif untuk mendorong kesejahteraan perempuan,” pungkasnya. (her)

Editor : Hengky Ristanto
#ketahanan pangan #pemberdayaan perempuan #urban farming #BRI peduli #BRInita