Jawa Pos Radar Madiun - Harga Bitcoin kembali melemah dan belum mampu menembus level psikologis 80 ribu dolar AS.
Per Senin (27/4) pukul 12.34 WIB, Bitcoin tercatat turun 0,23 persen ke level 77.861 dolar AS atau sekitar Rp1,24 miliar (asumsi kurs Rp16.000 per dolar AS).
Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar kripto masih berada dalam fase tekanan dengan volatilitas yang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Tekanan Global Jadi Pemicu Utama
Menurut analis Tokocrypto Fyqieh Fachrur, pelemahan Bitcoin dipengaruhi oleh kombinasi faktor geopolitik dan kondisi makroekonomi global.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu pemicu utama yang menekan sentimen pasar. Situasi ini diperburuk oleh ketidakpastian arah kebijakan global yang membuat investor cenderung lebih berhati-hati.
Likuidasi Besar Percepat Penurunan Harga
Secara teknikal, Bitcoin sempat menyentuh level di atas 79 ribu dolar AS atau sekitar Rp1,26 miliar, sebelum kembali terkoreksi ke kisaran 78 ribu dolar AS (Rp1,24 miliar).
Koreksi ini memicu likuidasi besar di pasar derivatif dengan total mencapai sekitar 278 juta dolar AS (Rp4,4 triliun).
Tekanan jual tersebut mempercepat penurunan harga dan menunjukkan bahwa momentum kenaikan sebelumnya masih rapuh.
Baca Juga: Update Film Netflix Terbaru 2026: Rekomendasi Film & Serial, Wajib Masuk Watchlist!
Altcoin Ikut Melemah, Bitcoin Makin Dominan
Seiring pelemahan Bitcoin, sejumlah altcoin juga ikut terkoreksi.
Ethereum, XRP, Solana, Cardano, hingga Dogecoin tercatat mengalami penurunan sejalan dengan turunnya minat risiko investor.
Di sisi lain, dominasi Bitcoin meningkat hingga sekitar 60 persen, menandakan pergeseran dana ke aset yang dianggap lebih aman di tengah ketidakpastian pasar.
Regulasi dan Suku Bunga Jadi Faktor Tambahan
Ketidakpastian regulasi di Amerika Serikat turut memberi tekanan, terutama terkait peluang pengesahan CLARITY Act yang semakin tidak pasti.
Selain itu, pasar juga menantikan keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) yang dapat memengaruhi arah suku bunga dan berdampak langsung pada aset berisiko seperti kripto.
Meski saat ini berada dalam tekanan, analis menilai fundamental pasar kripto masih cukup solid.
Selama Bitcoin bertahan di atas level 75 ribu dolar AS atau sekitar Rp1,2 miliar, peluang pemulihan masih terbuka.
Namun, investor tetap perlu mewaspadai faktor eksternal seperti geopolitik, suku bunga The Fed, dan likuiditas pasar yang bisa memicu volatilitas lanjutan. (naz)
Editor : Mizan Ahsani