Jawa Pos Radar Madiun – Fluktuasi harga emas batangan di pasar domestik terus menjadi sorotan para investor harian. Meski harga emas di pasar global menunjukkan tren koreksi ke level USD 4.713 per troy ons, harga retail di dalam negeri, khususnya di outlet Pegadaian dan Galeri24, terpantau masih bertahan di level cukup tinggi pada perdagangan hari ini.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Merk Panci Stainless Terbaik 2026, Anti Karat dan Awet Dipakai Bertahun-Tahun
Berdasarkan pantauan terbaru, harga emas produksi Galeri24 saat ini tertahan di angka Rp 2,83 juta per gram. Sementara itu, persaingan harga antara tiga merek besar yakni Antam, Galeri24, dan UBS menunjukkan selisih yang sangat tipis.
Emas Antam masih memimpin di posisi teratas dengan harga yang sedikit lebih premium, disusul oleh UBS yang seringkali menjadi pilihan bagi investor yang mencari harga masuk (entry point) lebih rendah namun dengan likuiditas yang sama baiknya.
Fenomena menarik terjadi di mana penurunan harga di pasar global tidak langsung terserap secara drastis pada harga retail domestik. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk nilai tukar rupiah dan tingginya permintaan fisik di pasar lokal.
Baca Juga: Laga El Clasico Indonesia: Persib Bandung Berbalik Unggul 1-2 Atas Persija Jakarta di Babak Pertama
Kondisi ini membuat para calon pembeli di wilayah Madiun Raya dan sekitarnya harus lebih jeli mencari celah investasi.
Bagi mereka yang ingin melakukan investasi jangka panjang, perbedaan harga tipis antara merek Galeri24 dan UBS bisa menjadi peluang. Pasalnya, kedua merek ini menawarkan kemudahan buyback atau jual kembali dengan potongan yang kompetitif.
Namun, bagi pengoleksi loyalitas merek, emas Antam tetap menjadi primadona meski harus merogoh kocek sedikit lebih dalam. Cek selengkapnya disini
Baca Juga: Jelang Idul Adha, Tiga Sapi di Pacitan Terpapar PMK
Para pakar investasi menyarankan agar masyarakat tidak terburu-buru melakukan aksi jual jika tidak mendesak. Sebaliknya, momen harga yang sedang konsolidasi ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi secara bertahap (cicil emas), sembari memantau apakah harga Antam akan ikut terkoreksi lebih dalam menyusul sentimen pasar global dalam beberapa hari ke depan.(*)
*Muhammad Almaz Firza Sasongko, mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura
Editor : Mizan Ahsani