Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Saham Big Bank Berguguran, Asing Lepas BBCA Ratusan Miliar di Tengah Anjloknya Rupiah

Mizan Ahsani • Selasa, 9 Juni 2026 | 10:32 WIB
Kantor Bank Central Asia (BBCA) atau BCA (investor.id)
Kantor Bank Central Asia (BBCA) atau BCA (investor.id)

Jawa Pos Radar Madiun - Perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada awal pekan ini diwarnai dengan aksi jual massal yang menekan indeks harga saham gabungan.

Saham perbankan berkapitalisasi pasar raksasa atau emiten perbankan besar berguguran dan menyentuh level terendah barunya.

Kondisi pasar modal yang memerah ini sejalan dengan kejatuhan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang semakin mengkhawatirkan.

Baca Juga: Terjebak 'Hustle Culture' dan Dikejar Target Tiap Hari? Ini Trik Jitu Wujudkan Work-Life Balance!

Berikut adalah rangkuman anjloknya saham-saham perbankan besar di tengah tekanan sentimen pasar domestik dan global:

1. Saham BBCA Dihajar Aksi Jual Bersih

Investor asing tercatat melakukan manuver pelepasan portofolio secara besar-besaran, khususnya pada emiten PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA.

Pada perdagangan sesi pertama, investor asing mencatatkan transaksi jual bersih saham BBCA hingga mencapai nilai Rp 328,2 miliar.

Aksi jual yang terus menerus ini membuat harga saham BBCA anjlok signifikan sebesar 3,45 persen menuju level Rp 4.900 per lembarnya.

2. Penurunan Tajam Kinerja Saham Sebulan Terakhir

Tekanan yang mendera pergerakan saham BBCA ini ternyata bukan hanya fenomena harian yang terjadi secara mendadak di awal pekan.

Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, nilai saham perbankan swasta terbesar di Indonesia ini telah tergerus cukup dalam hingga 20,3 persen.

Bahkan jika dihitung sejak awal tahun, pelemahan saham BBCA telah menyentuh angka 38,5 persen yang menandakan tekanan jual yang sangat masif di pasar.

3. Saham Bank Raksasa Lainnya Ikut Tumbang

Kejatuhan performa nilai saham ini tidak hanya dialami oleh BBCA, namun juga merambat ke emiten perbankan raksasa pelat merah lainnya.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BBRI tercatat merosot tajam sebesar 4,01 persen dan jatuh ke level Rp 2.630 per lembarnya.

Penurunan serupa juga ikut melanda saham PT Bank Mandiri Tbk yang melemah menjadi Rp 3.750 dan PT Bank Negara Indonesia Tbk yang turun ke level Rp 3.080.

4. IHSG Terseret Jatuh ke Zona Merah

Bergugurannya saham-saham emiten berkapitalisasi besar ini secara otomatis langsung membebani pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan.

IHSG pagi ini dibuka anjlok cukup dalam hingga kehilangan 245 poin atau merosot tajam 4,36 persen menjadi berada di level 5.347.

Penurunan indeks tersebut melanda secara merata pada seluruh sektor mulai dari material dasar, infrastruktur, transportasi, hingga berbagai saham sektor keuangan.

5. Imbas dari Merosotnya Nilai Tukar Rupiah

Rontoknya indeks harga saham di bursa domestik ini tentu tidak terlepas dari sentimen negatif pelemahan nilai tukar mata uang yang terjadi terus-menerus.

Rupiah terpantau semakin terperosok dengan pelemahan lebih dari 10 persen sejak awal tahun hingga menyentuh level Rp 18.121 per dolar AS.

Baca Juga: Sering Mulas Setelah Minum Susu? Kenali Gejala dan Cara Atasi Intoleransi Laktosa

Kesimpulannya, tekanan ganda dari aksi pelepasan modal investor asing dan pelemahan nilai tukar mata uang membuat pasar saham domestik berada dalam fase rentan. Para pelaku pasar sangat diimbau untuk tetap tenang, mencermati kondisi teknikal fundamental, serta tidak gegabah dalam mengambil keputusan investasi dalam jangka waktu pendek. (*)

*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura

Editor : Mizan Ahsani
#SahamBBCA #InvestorAsing #IHSGAnjlok #PasarModal #BursaSaham2026