Purna PMI Bangun UMKM Olahan Laut, BRI Peduli Bantu Rosyidah Kembangkan Usaha

Hengky Ristanto • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 18:46 WIB
BERDAYAKAN PESISIR: Rosyidah mengembangkan UMKM olahan hasil laut bermerek C
BERDAYAKAN PESISIR: Rosyidah mengembangkan UMKM olahan hasil laut bermerek C'milzea di Indramayu setelah mengikuti pelatihan BRI Peduli. Usahanya kini berkembang sekaligus membuka peluang kerja bagi ibu-ibu nelayan.

Jawa Pos Radar Madiun - Empat tahun bekerja sebagai pekerja migran di Malaysia menjadi titik balik kehidupan Rosyidah.

Sepulang ke kampung halamannya di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, ia memilih membangun usaha olahan hasil laut dengan merek C'milzea sekaligus membuka peluang kerja bagi ibu-ibu nelayan di sekitarnya.

Melihat potensi hasil laut yang melimpah di wilayah pesisir, Rosyidah mulai mengolah produk perikanan menjadi aneka makanan bernilai tambah.

Langkah tersebut didorong keinginannya agar sumber daya lokal tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.

"Saya melihat sumber daya alam di sekitar sangat melimpah, tetapi belum memiliki nilai jual. Dari situ saya memberanikan diri mengolahnya menjadi produk sekaligus membuka peluang kerja untuk ibu-ibu nelayan di sekitar," ujarnya.

Perjalanan membangun usaha tidak selalu mudah.

Selain harus membangun kembali kepercayaan diri setelah menjadi pekerja migran, Rosyidah juga belajar memahami strategi pemasaran agar produknya mampu bersaing di pasar.

Momentum pengembangan usaha datang setelah mengikuti Pelatihan Purna Pekerja Migran yang diselenggarakan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program BRI Peduli.

Dari pelatihan tersebut, Rosyidah memperoleh pendampingan, jejaring usaha, serta pengetahuan baru untuk mengembangkan bisnisnya.

"Pelatihan ini sangat membantu memperbaiki mindset sebagai pelaku usaha. Saya juga mendapatkan jejaring baru yang sangat bermanfaat untuk pengembangan usaha," katanya.

Bekal yang diperoleh dari pelatihan kemudian diterapkan dengan menambah variasi produk, termasuk memproduksi kerupuk ikan.

Rosyidah juga memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI untuk memperkuat modal usaha, mulai dari pembelian bahan baku hingga penambahan stok produksi.

Pengembangan tersebut berdampak pada peningkatan kapasitas usaha.

Penjualan yang semula sekitar 50 kemasan kini meningkat menjadi 70 hingga 100 kemasan, sementara produk yang ditawarkan berkembang menjadi tiga varian.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, kisah Rosyidah menjadi bukti bahwa program pemberdayaan BRI Peduli mampu membantu purna pekerja migran membangun usaha yang mandiri dan berdaya saing.

Selain pelatihan kewirausahaan, peserta juga mendapatkan pendampingan agar usaha yang dirintis dapat berkembang secara berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

"Kisah Rosyidah menjadi bukti bahwa pelatihan BRI Peduli memberikan manfaat nyata bagi purna pekerja migran untuk membangun dan mengembangkan usaha, sekaligus berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat," ujar Dhanny. (*)

Editor : Hengky Ristanto
indramayu umkm pekerja migran indonesia KUR BRI BRI peduli