SUMENEP – Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI menjadi motor pengembangan usaha gula merah milik Rosidah, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Desa Pragaan Laok, Kabupaten Sumenep.
Berkat tambahan modal dari program tersebut, kapasitas produksi meningkat lebih dari dua kali lipat sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
Rosidah mengembangkan usaha gula merah berbahan baku nira siwalan sejak 2006.
Namun, perkembangan usahanya mulai melesat setelah memperoleh fasilitas pembiayaan KUR BRI pada 2016.
"Saya memilih KUR karena bunganya rendah dan tidak ada agunan. Sangat cocok untuk usaha kecil seperti saya," ujarnya.
Pembiayaan tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat ketersediaan bahan baku serta meningkatkan kapasitas produksi.
Setelah pinjaman pertamanya lunas, Rosidah kembali memperoleh KUR senilai Rp50 juta.
Seiring perkembangan usahanya, pada 2024 BRI kembali meningkatkan plafon pembiayaan.
Hasilnya, produksi gula merah meningkat dari sekitar 200 kilogram menjadi 500 kilogram per hari.
Peningkatan kapasitas produksi tersebut juga diikuti dengan penambahan tenaga kerja hingga enam orang untuk memenuhi permintaan pasar yang terus bertambah.
"KUR BRI sangat bermanfaat, terutama untuk penyediaan bahan baku dan peralatan produksi agar bisa memenuhi permintaan pasar," katanya.
Saat ini, gula merah produksi Rosidah telah dipasarkan ke berbagai daerah di Pulau Madura, seperti Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sampang, dan Kabupaten Bangkalan.
Permintaan yang terus meningkat turut mendorong pertumbuhan omzet usaha dan menjadi sumber penghidupan bagi keluarganya.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, BRI terus memperluas akses pembiayaan kepada pelaku UMKM guna meningkatkan produktivitas, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat sektor riil.
Hingga Juni 2026, realisasi penyaluran KUR BRI mencapai Rp103,81 triliun atau 54,63 persen dari kuota tahun 2026 sebesar Rp190 triliun.
Dari total tersebut, 75,02 persen disalurkan ke sektor produktif.
"Kisah Rosidah menjadi contoh pelaku UMKM yang memanfaatkan KUR sebagai akses permodalan untuk mengembangkan usaha. Kami berharap kisah ini dapat menginspirasi pelaku UMKM di berbagai daerah," ujarnya.
Editor : Hengky Ristanto