Jawa Pos Radar Madiun – Jalan berbatu, tanjakan curam, hingga akses yang hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki menjadi medan keseharian Randy Wijaya.
Mantri BRI Unit Cibinong, Kantor Cabang Cianjur, itu harus menembus sejumlah wilayah Cianjur Selatan untuk memastikan layanan perbankan tetap menjangkau para pelaku usaha.
Selama lebih dari dua tahun terakhir, Randy telah mendampingi ratusan pelaku usaha di wilayah binaannya.
Sebagian besar merupakan penyadap gula aren yang menggantungkan penghasilan keluarga dari hasil panen.
Bagi Randy, pekerjaannya bukan sekadar menyalurkan layanan keuangan.
Kedekatan dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam memahami kebutuhan dan perkembangan usaha setiap nasabah.
"Sejak awal, saya memilih berkarier sebagai Mantri BRI karena saya ingin memiliki pekerjaan yang tidak hanya memberikan penghasilan yang layak, tetapi juga memberi kesempatan untuk bertemu, membantu, dan tumbuh bersama masyarakat. Menjadi Mantri bukan sekadar pekerjaan bagi saya, tetapi juga sebuah amanah untuk mendampingi para pelaku usaha agar dapat mengembangkan usahanya dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Saya merasa bangga ketika bisa melihat nasabah yang awalnya merintis usaha kecil, kemudian berkembang berkat pendampingan dan fasilitas yang diberikan BRI," ujar Randy.
Setiap mengunjungi nasabah, Randy berdiskusi mengenai kebutuhan usaha sekaligus mengenalkan berbagai solusi pembiayaan BRI.
Dia juga memantau perkembangan usaha dan kualitas pinjaman nasabah.
Berbagai layanan perbankan turut diperkenalkan, termasuk BRILink Agen yang memungkinkan masyarakat memperoleh akses layanan keuangan lebih dekat.
Pendekatan personal menjadi bagian dari keseharian Randy. Tak jarang diskusi dengan nasabah berlangsung santai di beranda rumah sembari menikmati secangkir kopi.
Dari percakapan tersebut, Randy dapat menggali lebih dalam kondisi usaha, tantangan, serta kebutuhan masing-masing nasabah.
Menjangkau nasabah di Cianjur Selatan bukan perkara mudah. Perubahan cuaca, jalan rusak, hingga keterbatasan jaringan telekomunikasi menjadi tantangan yang kerap ditemui.
Pada kondisi tertentu, kendaraan tidak dapat digunakan hingga lokasi tujuan.
Randy harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki untuk bertemu langsung dengan nasabah.
"Faktor cuaca menjadi tantangan utama karena bisa mengubah rencana yang sudah dijadwalkan. Belum lagi kondisi jalan yang rusak dan berisiko menyebabkan kecelakaan. Karena itu, saya selalu menyiapkan perlengkapan khusus untuk menghadapi berbagai kondisi agar tugas dan tanggung jawab kepada nasabah tetap dapat dijalankan," ungkap Randy.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, pengalaman Randy mencerminkan peran Mantri BRI dalam mendampingi pelaku usaha di berbagai daerah.
Kedekatan dengan nasabah, menurut dia, memungkinkan BRI memahami karakteristik dan kebutuhan usaha sehingga layanan keuangan yang diberikan dapat lebih relevan.
"Peran Mantri tidak hanya menghadirkan akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga membangun hubungan yang erat dengan para pelaku usaha melalui pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan. Kedekatan tersebut memungkinkan BRI memahami kebutuhan nasabah secara lebih baik sehingga solusi yang diberikan dapat disesuaikan dengan karakteristik usaha dan potensi di setiap daerah. Pendekatan ini memperkuat peran BRI dalam mendorong pertumbuhan UMKM sekaligus memperluas inklusi keuangan," pungkas Akhmad. (*)
Editor : Hengky Ristanto