Manfaatkan KUR BRI, Warung Rahmat di Garut Kini Layani 60 Pelanggan Setiap Hari

Hengky Ristanto • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 14:50 WIB
BERKEMBANG: Rahmat Hidayat mengembangkan usaha warung sembako dan layanan BRILink Agen di Kampung Cilingga, Desa Padahurip, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, dengan dukungan pembiayaan KUR BRI.
BERKEMBANG: Rahmat Hidayat mengembangkan usaha warung sembako dan layanan BRILink Agen di Kampung Cilingga, Desa Padahurip, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, dengan dukungan pembiayaan KUR BRI.

GARUT – Tiga tahun lalu, Rahmat Hidayat hanya mengandalkan penghasilan dari berjualan gorengan.

Kini, warga Kampung Cilingga, Desa Padahurip, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, itu mengelola warung sembako, usaha jual beli hasil bumi, sekaligus menyediakan layanan transaksi perbankan melalui BRILink Agen.

Perubahan tersebut berlangsung setelah Rahmat memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI untuk menambah modal usaha.

Pembiayaan itu digunakan untuk memperbanyak stok barang dagangan yang sebelumnya terbatas.

’’Awalnya saya hanya berjualan gorengan. Kemudian terinspirasi mengembangkan usaha dengan memanfaatkan KUR BRI. Selain bunganya ringan, pelayanannya juga sangat membantu,’’ ujarnya.

Seiring bertambahnya persediaan barang, jumlah pelanggan warung Rahmat ikut meningkat.

Jika sebelumnya hanya sekitar 10 orang sehari, kini bisa mencapai 60 pelanggan.

Persediaan sejumlah produk yang dahulu hanya satu hingga dua dus juga bertambah.

Rahmat pun memperluas kegiatan usahanya dengan melayani jual beli hasil bumi.

Pengembangan usaha berlanjut sekitar lima bulan lalu ketika Rahmat mulai menjadi BRILink Agen.

Melalui layanan tersebut, warga dapat menarik uang tunai, membayar angsuran, membeli pulsa dan token listrik, hingga mengisi saldo dompet digital.

Kehadiran BRILink Agen memberikan kemudahan bagi masyarakat sekitar.

Sebelumnya, warga harus menempuh perjalanan sekitar 20 kilometer untuk menjangkau fasilitas perbankan.

Medan jalan yang terjal membuat perjalanan menggunakan sepeda motor dapat memakan waktu hingga 1,5 jam. Biaya transportasi pulang-pergi bahkan bisa mencapai Rp 100 ribu.

’’Sekarang kebutuhan transaksi tersebut dapat dilakukan di sini,’’ kata Rahmat.

Dampak pembiayaan KUR terhadap perkembangan usaha juga tergambar dalam riset BRI Research Institute bertajuk Survei Efektivitas KUR dan Beban Biaya UMKM pada 2025.

Dari 2.928 responden penerima pinjaman BRI, sebanyak 66,2 persen melaporkan peningkatan omzet.

Sementara itu, 45,9 persen responden mencatat kenaikan omzet antara 5–15 persen.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, penyaluran KUR diarahkan untuk memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta mendorong kewirausahaan.

’’Melalui KUR, BRI membantu UMKM tumbuh lebih tangguh, naik kelas, dan berdaya saing di pasar. Peningkatan omzet yang dicapai para debitur menjadi bukti bahwa inklusi keuangan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput,’’ ujarnya.

Editor : Hengky Ristanto
kredit usaha rakyat Kisah Sukses UMKM garut KUR BRI BRILink Agen