KUR BRI Bantu Usaha Comring di Garut Berkembang, Kini Serap 12 Pekerja Lokal

Hengky Ristanto • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:46 WIB
Pelaku UMKM PD Comring Sawargi di Garut mengembangkan usaha makanan ringan berbahan singkong dengan dukungan KUR BRI.
Pelaku UMKM PD Comring Sawargi di Garut mengembangkan usaha makanan ringan berbahan singkong dengan dukungan KUR BRI.

JAWA POS RADAR MADIUN – Melimpahnya hasil panen singkong di Kampung Bedeng Sawah, Desa Wangunjaya, Kecamatan Banjarwangi, Garut, menjadi peluang usaha bagi Ari Saftari. Sejak 2004, dia mengolah singkong menjadi makanan ringan melalui PD Comring Sawargi. Usahanya terus berkembang dengan dukungan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI.

Selain comring, Ari memproduksi keripik pisang, keripik ubi ungu, dan keripik pangsit kedelai. Produk tersebut dipasarkan melalui toko serta jaringan reseller.

’’Usaha ini berangkat dari banyaknya singkong di daerah kami yang dapat diolah menjadi makanan ringan. Di sisi lain, ada warga sekitar yang membutuhkan pekerjaan tambahan,’’ ujar Ari.

Meningkatnya permintaan membuat Ari membutuhkan tambahan modal untuk memperbesar kapasitas produksi. Dia kemudian memanfaatkan KUR BRI guna mendukung pengembangan usaha dan memperluas pemasaran.

Kini, PD Comring Sawargi melibatkan 12 warga sekitar dalam proses produksi. Mereka bertugas mengupas dan memarut singkong, mengolah adonan, hingga mengemas makanan ringan.

Ari juga menerapkan jam kerja fleksibel agar para pekerja tetap dapat menjalankan aktivitas rumah tangga.

’’Usaha comring ini membantu menambah penghasilan keluarga mereka. Waktu kerjanya juga cukup fleksibel sehingga tidak mengganggu tanggung jawab di rumah,’’ ungkapnya.

Meski berkembang, usaha tersebut masih menghadapi kendala pasokan bahan baku. Saat musim kemarau, produksi singkong petani setempat menurun dan harganya cenderung naik.

Untuk menjaga kelancaran produksi, Ari harus mendatangkan singkong dari luar daerah. Tambahan modal melalui KUR BRI membantu memenuhi kebutuhan operasional usaha.

’’Alhamdulillah, KUR BRI membantu memenuhi kebutuhan modal sehingga kami dapat meningkatkan produksi dan memperluas pemasaran. Perkembangan usaha ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga kami dan warga sekitar,’’ katanya.

Manfaat pembiayaan KUR juga tergambar dalam riset BRI Research Institute pada 2025. Dari survei terhadap 2.928 debitur BRI, sebanyak 66,2 persen responden melaporkan peningkatan omzet usaha.

Sementara itu, 45,9 persen responden mencatat kenaikan omzet pada kisaran 5–15 persen.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, KUR menjadi salah satu instrumen BRI untuk memperkuat UMKM dan mendorong penciptaan lapangan kerja.

Akses pembiayaan produktif diharapkan membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas pasar.

’’Melalui KUR, BRI membantu UMKM tumbuh lebih tangguh, naik kelas, dan berdaya saing di pasar. Peningkatan omzet yang dicapai para debitur menjadi bukti bahwa inklusi keuangan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput,’’ tegasnya.

Editor : Hengky Ristanto
UMKM Garut Comring Sawargi garut KUR BRI