Jawa Pos Radar Madiun - Setelah kesuksesan besar trilogi animasinya, How to Train Your Dragon kembali dengan gebrakan baru dalam format live-action.
Film yang sangat dinanti-nantikan ini akan tayang di bioskop mulai 13 Juni 2025 di Amerika Serikat, disusul penayangan perdana di Indonesia pada 18 Juni dan rilis nasional pada 19 Juni 2025.
Disutradarai oleh Dean DeBlois—otak kreatif di balik trilogi animasi—film ini berjanji menghadirkan perpaduan visual realistis dan emosi mendalam yang tak kalah magis dari versi orisinalnya.
Mengangkat kembali kisah Hiccup Horrendous Haddock III dan naga setianya, Toothless, film ini mengikuti petualangan epik seorang pemuda Viking yang memilih jalan berbeda dari tradisi kaumnya.
Berlatar di pulau Berk yang keras dan dipenuhi mitos tentang naga, Hiccup, yang diperankan oleh Mason Thames, secara tak sengaja menjalin persahabatan dengan seekor Night Fury.
Pilihan untuk tidak membunuh naga tersebut menjadi awal dari perubahan besar dalam hidupnya, bahkan mengubah cara pandang masyarakat terhadap para makhluk bersayap tersebut.
Film How to Train Your Dragon (2025) menghadirkan jajaran aktor muda berbakat. Mason Thames, yang sebelumnya dikenal lewat film horor The Black Phone, membawa nuansa segar pada sosok Hiccup.
Sementara itu, Nico Parker, yang memukau dalam The Last of Us, dipercaya memerankan Astrid Hofferson, rekan sekaligus pujaan hati Hiccup yang pemberani.
Menambah kehangatan nostalgia, Gerard Butler kembali sebagai Stoick the Vast—ayah Hiccup yang keras kepala namun penuh kasih.
Aktor Nick Frost memerankan Gobber the Belch, sosok mentor humoris yang tetap setia dengan gaya eksentriknya.
Sementara Julian Dennison, Harry Trevaldwyn, Bronwyn James, dan Ruth Codd melengkapi formasi sebagai sahabat-sahabat Hiccup yang unik.
Pengambilan gambar utama dilakukan di Belfast, Irlandia Utara. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki lanskap dramatis yang mencerminkan suasana dunia Viking secara autentik.
Teknologi CGI canggih digunakan untuk menghidupkan para naga, khususnya Toothless, dengan ekspresi yang lebih realistis.
Sentuhan efek praktis dipadukan demi menciptakan gerakan yang natural dan mendalam, memberikan pengalaman menonton yang imersif.
Tak hanya visual, elemen musik dalam film ini juga dijamin menggugah. Komposer John Powell kembali dipercaya menggarap skor musik setelah sukses di trilogi animasi sebelumnya.
Dengan rekaman yang dilakukan di Abbey Road Studios, musiknya memadukan instrumen tradisional Nordik dan orkestra besar.
Hasilnya adalah komposisi yang mengiringi emosi, ketegangan, dan keajaiban dalam setiap adegan film.
Bagi penggemar lama maupun penonton baru, How to Train Your Dragon (2025) menjanjikan sebuah pengalaman sinematik yang lebih megah dan menyentuh.
Film ini bukan sekadar adaptasi, melainkan reinterpretasi yang menghormati semangat orisinalnya sembari membawa penonton ke level sinematik baru.
Baik dari segi cerita, karakter, maupun teknis produksi, film ini diposisikan sebagai salah satu rilisan besar tahun ini yang wajib masuk daftar tonton keluarga dan pencinta fantasi. (nda/ota)
Jadwal Tayang Global:
• Amerika Serikat & Kanada: 13 Juni 2025
• Indonesia (premiere Jakarta): 18 Juni 2025
• Indonesia (rilis nasional): 19 Juni 2025