Jawa Pos Radar Madiun - Penyanyi cantik Syahrini akhirnya pulang kampung atau mudik ke Jakarta.
Diketahui, selama ini penyanyi yang dijuluki Princes Syahrini oleh penggemarnya itu lama tinggal di Jepang dan Singapura sejak hamil hingga melahirkan buah hati pertamanya.
Istri Reino Barack diketahui mendarat di Indonesia pada hari Kamis 31 Juli 2025 lalu, bersama beberapa orang.
Momen kepulangannya terekam dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadi Syahrini yang kemudian diunggah ulang oleh akun gosip di media sosial tersebut.
Pelantun lagu sesuatu bersama keluarga pulang ke Tanah Air menggunakan private jet.
Sesaat setelah turun dari pesawat, penanyi cantik itu langsung dipayungi supaya tidak terkena rintik hujan mengingat cuaca tampak sedang kurang bersahabat.
Informasi yang dihimpun, rombongan Syahrini dikabarkan mendapat pengawalan voorijder untuk membuka jalan di tengah padatnya arus lalu lintas Ibu Kota Jakarta.
Syahrini memperlihatkan momen saat berada di Bundaran HI yang itu artinya dia akan segera tiba di rumahnya.
"Sayang mami sudah sampai rumah," kata Syahrini kepada buah hatinya yang baru pertama kalinya menginjakkan kaki di Jakarta, dikutip dari JawaPos.com.
Pada kolom komentar akun Instagram Pembasmi Kehaluan Real, sejumlah netizen menanggapi momen kepulangan Sang Princes tersebut.
Mereka menilai apa yang dilakukan Syahrini berlebihan saat pulang ke Indonesia itu terlalu berlebihan.
Bukan soal menggunakan private jet, tapi karena diduga mendapat perlakuan istimewa sejumlah aparat.
"Menurutku itu berlebihan, memang sih orang kaya mah bebas mau ngapain juga, sampai nyewa TNI hanya buat mayungin, apa sekarang TNI punya job sampingan," komentar salah satu netizen, seperti dilansir dari JawaPos.com.
"Njirrr segala TNI pakw mayungin. Kocak," timpal warganet lainnya.
Sosok Syahrini selama ini memang kerap menyedot perhatian tanah air. Seperti ungkapannya “cetar membahana” soal penyebutan tampilan memesona saat manggung.
Atau istilah “mundur-mundur cantik” yang sempat viral ditirukan penggemarnya beberapa waktu lalu. (*)
Editor : Budhi Prasetya