Jawa Pos Radar Madiun - Sunbath merupakan band rock alternatif asal Bandung yang telah aktif sejak 2017.
Grup ini dikenal karena menghidupkan kembali nuansa rock era 90-an, terinspirasi dari deretan nama besar seperti The Smashing Pumpkins, Hole, L7, Throwing Muses, Belly, dan Weezer.
Identitas musikal mereka berpijak pada energi grunge dan alternative rock yang kental, namun tetap dibalut dengan karakter modern.
Pada 14 Februari 2025, Sunbath resmi merilis EP terbaru yang sudah lama dinantikan para penggemarnya.
Rilisan ini memuat lima lagu dengan durasi total 24 menit 46 detik, termasuk dua single utama, “Unspoken” dan “Get By”.
Kedua lagu tersebut menjadi representasi kuat dari warna musik Sunbath yang memadukan nostalgia dengan produksi kontemporer.
Salah satu keputusan menarik dalam perilisan ini adalah pemilihan format kaset fisik.
Pilihan tersebut bukan sekadar estetika, melainkan bentuk penghormatan terhadap kultur alternatif tahun 90-an yang menjadi akar musikal mereka.
EP ini dilepas melalui Disaster Records, label yang mereka pilih karena memberikan ruang penuh bagi eksplorasi kreatif Sunbath.
Meskipun dibalut nuansa retro, materi lirik dalam EP baru ini mengangkat tema personal dan isu sosial yang relevan dengan kehidupan masa kini.
Sunbath menyebut karya mereka sebagai jembatan antara memori generasi 90-an dan pendengar muda yang ingin mengenal kembali energi zaman tersebut.
Pendekatan ini membuat musik mereka terasa otentik, sekaligus memberi konteks baru bagi estetika era analog.
Secara musikal, Sunbath berhasil menghadirkan “napas” retro yang kuat dalam skena alternatif Indonesia tanpa terjebak dalam romantisasi masa lalu.
Penggunaan kaset fisik memperjelas visi mereka untuk menggabungkan sentuhan analog dengan produksi modern.
Hasilnya adalah karya yang mampu menghadirkan nostalgia sekaligus membangun cerita baru dengan kedalaman emosi.
Kini, Sunbath berada pada fase yang semakin matang.
Mereka tetap setia pada akar 90-an, tetapi menulis materi dengan perspektif yang relevan bagi generasi masa kini.
EP terbaru ini menjadi bukti ambisi mereka untuk memperkuat posisi sebagai band yang menjembatani nostalgia dan ekspresi modern dalam musik alternatif Indonesia. (fin)
Editor : AA Arsyadani