
Jawa Pos Radar Magetan – Dua organ hati sapi terpaksa disisihkan saat pemeriksaan hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) Magetan pada Iduladha 1447 Hijriah.
Organ tersebut ditemukan terinfeksi cacing hati.
Meski demikian, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Magetan memastikan daging sapi tetap aman dikonsumsi masyarakat.
Kepala Disnakkan Magetan Nur Haryani mengatakan, hati sapi yang terinfeksi langsung dipisahkan karena mengalami kerusakan struktur organ akibat infestasi parasit.
“Hati yang sudah terinfestasi cacing tidak boleh dikonsumsi. Tetapi daging sapinya masih aman,” ujarnya kemarin (27/5).
Menurut Nur, infestasi tersebut umumnya disebabkan parasit Fasciola sp atau cacing hati yang menyerang organ dalam sapi.
Dia menjelaskan, seluruh hewan kurban yang dipotong di RPH wajib menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dan sesudah penyembelihan guna memastikan kelayakan konsumsi.
Selain temuan cacing hati, jumlah pemotongan sapi kurban di RPH Magetan tahun ini juga mengalami penurunan cukup signifikan.
Jika pada Iduladha tahun lalu tercatat sekitar 145 ekor sapi dipotong di RPH, tahun ini jumlahnya hanya sekitar 55 ekor sapi.
Penurunan tersebut dipicu berkurangnya pemotongan dari Lazismu yang kini lebih banyak menggunakan sapi Bali untuk kebutuhan pengolahan produk kurban.



