Jawa Pos Radar Madiun - Murphy Radio kembali menegaskan posisinya di skena musik independen Indonesia lewat EP terbaru berjudul Debu Kan Kembali Menjadi Debu, yang resmi dirilis pada 8 Desember 2023. Band math-rock/eksperimental asal Samarinda ini menghadirkan sebuah fase baru: tidak lagi sepenuhnya bertumpu pada instrumental kompleks, melainkan mulai berbicara lebih lugas melalui vokal dan lirik berbahasa Indonesia.
Sejak terbentuk pada 2013, Murphy Radio dikenal konsisten mengolah math-rock dengan struktur ritme yang rumit, permainan gitar dinamis, dan atmosfer emosional yang kuat. Namun EP ini menjadi penanda penting karena memperlihatkan keberanian mereka keluar dari zona instrumental dan memasuki wilayah narasi yang lebih personal dan reflektif.
Tiga Lagu, Satu Benang Merah Emosional
Dengan durasi sekitar 14 menit, EP ini berisi tiga lagu yang masing-masing menyumbang potongan cerita berbeda, namun saling terhubung secara tematis:
-
Ibtida’ (±4:49)
-
Pudar (±3:56)
-
Penghujung Cerita (±5:56)
Ibtida’: Awal yang Mengajak Diam Sejenak
Sebagai pembuka, Ibtida’ hadir dengan nuansa meditatif yang perlahan membangun atmosfer. Judulnya yang berarti “awal” menjadi pintu masuk menuju perjalanan emosional EP ini. Ritme math-rock khas Murphy Radio berpadu dengan tekstur progresif yang terasa lapang, seolah mengajak pendengar menyiapkan diri sebelum memasuki cerita berikutnya.
Pudar: Ketika Rindu Tak Lagi Berteriak
Pudar menjadi titik paling menonjol berkat kehadiran lirik berbahasa Indonesia yang jujur dan menyentuh. Lagu ini berbicara tentang rindu, penantian, dan perasaan yang perlahan kehilangan warna, tema yang sangat manusiawi dan mudah terhubung dengan pengalaman banyak orang.
Vokal memberi dimensi baru bagi Murphy Radio, membuat emosi terasa lebih dekat tanpa mengorbankan kompleksitas musikal. Melodi yang kuat tetap berjalan seiring ritme progresif, menjadikan Pudar matang secara teknis sekaligus emosional.
Penghujung Cerita: Akhir yang Tak Benar-Benar Usai
Sebagai penutup, Penghujung Cerita membawa pendengar pada refleksi tentang pertemuan, perpisahan, dan kenangan yang menetap meski kisahnya telah selesai. Liriknya puitis, tenang, dan sarat perenungan tentang nilai setiap hubungan dalam hidup.
Aransemen gitar dan progresi chord di lagu ini memberi ruang sunyi yang cukup, memungkinkan pendengar tenggelam dalam narasi hingga nada terakhir berakhir dengan kesan mendalam.
Evolusi Tanpa Kehilangan Identitas
Lewat EP ini, Murphy Radio membuktikan bahwa eksplorasi vokal dan lirik tidak menghapus identitas mereka. Struktur math-rock yang kompleks, perubahan tempo tak terduga, serta dinamika ritme tetap menjadi fondasi utama. Bedanya, kini musik mereka juga bercerita.
Tema rindu, penantian, kenangan, dan perjalanan hidup menjadi benang merah yang dirangkai dengan pendekatan lirik sederhana namun penuh makna. Debu Kan Kembali Menjadi Debu menjadi bukti bahwa Murphy Radio tak hanya piawai memainkan emosi lewat instrumen, tetapi juga mampu menyampaikannya melalui kata-kata.
EP ini terasa seperti pengakuan pelan: tentang hidup yang terus berjalan, tentang pertemuan yang tak selalu abadi, dan tentang debu yang pada akhirnya akan kembali menjadi debu. (fin)
Editor : AA Arsyadani