Jawa Pos Radar Madiun - Bintang utama Black Widow, Scarlett Johansson, membuka suara mengenai tantangan berat yang ia hadapi sebagai aktris muda di awal era 2000-an.
Dalam wawancara terbaru dengan CBS Sunday Morning, Johansson melabeli periode tersebut sebagai masa yang "sangat keras" bagi perempuan di industri film.
Menurut aktris kelahiran 1984 ini, pada masa itu secara sosial dianggap wajar bagi publik dan industri untuk menghakimi aktris perempuan hanya berdasarkan penampilan fisik mereka.
Terjebak dalam Stereotip Karakter
Johansson, yang meraih popularitas global lewat film Lost in Translation (2003) saat masih berusia 17 tahun, mengaku pilihannya sangat terbatas di awal karier.
"Sulit sekali. Banyak tekanan terkait penampilan. Anda akan sangat mudah terjebak dalam satu tipe peran, seperti menjadi 'perempuan selingan' atau sosok seksi saja. Itulah pola karakter yang dominan saat saya berusia 20-an," kenang Johansson.
Ia merasa senang melihat perubahan signifikan setelah dua dekade berlalu. Baginya, industri saat ini sudah jauh lebih inklusif dengan menghadirkan banyak peran yang memberdayakan (empowering) bagi aktris muda.
Teater sebagai Pelarian dan Strategi Menunggu
Untuk keluar dari pelabelan tersebut, Johansson memilih meniti karier di dunia teater New York City. Pengalaman tersebut mengajarkannya sebuah pelajaran berharga: kemampuan untuk menunggu peran yang tepat.
"Seorang aktor sering merasa setiap pekerjaan bisa jadi yang terakhir karena industrinya sangat kompetitif. Jadi, ada naluri untuk mengambil kesempatan apa pun agar tetap berada di bawah sorotan," tuturnya. Namun, seiring waktu, ia belajar untuk lebih selektif demi kepuasan batin dalam berakting.
Rekam Jejak Karier Ikonik
Meskipun menghadapi tantangan objektifikasi di masa muda, Johansson berhasil membuktikan kualitas aktingnya melalui berbagai genre film. Beberapa karya awalnya yang tetap ikonik hingga kini antara lain:
-
Lost in Translation (2003)
-
Match Point (2005)
-
The Prestige (2006)
-
The Other Boleyn Girl (2008)
-
Iron Man 2 (2010) (Debut memerankan Black Widow yang ikonik hingga 2020-an)
Kini, di tengah rumor keterlibatannya dalam proyek besar seperti The Batman Part II dan film terbaru Exorcist, Scarlett Johansson telah bertransformasi menjadi salah satu aktris paling berpengaruh di Hollywood yang memiliki kendali penuh atas arah kariernya. (naz)
Editor : Mizan Ahsani