Jawa Pos Radar Madiun – Media sosial beberapa hari terakhir dihebohkan dengan isu pencurian bermodus pocong jadi-jadian yang disebut terjadi di wilayah Kapanewon Galur dan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta.
Kabar itu menyebar cepat melalui broadcast WhatsApp, unggahan Facebook, hingga video TikTok yang menampilkan sosok berpakaian pocong berjalan di malam hari. Narasi yang beredar menyebut sosok tersebut diduga digunakan pelaku pencurian untuk menakut-nakuti warga sebelum beraksi.
Tak sedikit warga mengaku resah setelah melihat foto dan video viral tersebut. Bahkan di beberapa grup percakapan, isu itu berkembang liar seolah benar-benar terjadi.
Baca Juga: 10 Oleh-Oleh Khas Madiun yang Paling Diburu, Ada Brem dan Sambal Pecel Legendaris
Warga Sempat Takut Keluar Rumah Saat Malam Hari
Suasana mencekam mulai terasa setelah muncul unggahan yang memperlihatkan sosok diduga pocong mengetuk rumah warga saat malam.
Beberapa video bahkan disertai narasi dramatis seperti “Pocong tertangkap di sekitar Pantai Glagah” hingga “Pencuri menyamar jadi pocong”.
Karena cepat menyebar di media sosial, banyak warga yang langsung percaya tanpa mengetahui asal-usul video tersebut.
Sebagian warga disebut mulai takut keluar malam dan memilih menutup rumah lebih awal karena khawatir isu tersebut benar terjadi.
Polisi Pastikan Isu Pocong Jadi-Jadian Tidak Benar
Kasihumas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, menegaskan bahwa kabar pencurian bermodus pocong jadi-jadian dipastikan tidak benar atau hoaks.
Menurutnya, pihak kepolisian telah melakukan penelusuran terhadap berbagai unggahan yang viral di media sosial.
Hasilnya, tidak ditemukan laporan resmi maupun kejadian nyata terkait aksi pencurian seperti yang dinarasikan dalam broadcast maupun video viral tersebut.
“Isu pencurian modus pocong tidak benar adanya atau hoaks,” ujar Iptu Sarjoko.
Polisi menyebut wilayah Kalurahan Kanoman dan Kalurahan Nomporejo di Kapanewon Galur sempat disebut sebagai lokasi kejadian, namun setelah dicek tidak ditemukan peristiwa tersebut.
Video Viral Ternyata Rekaman Lama
Salah satu video yang ramai dibagikan memperlihatkan pengejaran sosok pocong oleh warga dengan narasi “Pocong tertangkap di TPR Pantai Glagah”.
Namun setelah ditelusuri, video tersebut ternyata merupakan rekaman lama yang tidak berkaitan dengan kasus pencurian.
Polisi menegaskan narasi dalam unggahan tersebut telah dipelintir sehingga memicu kepanikan masyarakat.
Fenomena ini kembali menunjukkan bagaimana konten lama di media sosial bisa kembali viral dengan cerita baru yang menyesatkan.
Polisi Tingkatkan Patroli dan Minta Warga Tidak Mudah Percaya Broadcast
Meski isu tersebut dipastikan hoaks, kepolisian tetap meningkatkan patroli malam di sejumlah titik untuk menjaga keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Patroli dilakukan secara stasioner di kawasan yang dianggap rawan kriminalitas.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak langsung mempercayai pesan berantai atau video viral yang belum jelas sumber dan kebenarannya.
Warga diminta melakukan pengecekan fakta terlebih dahulu sebelum ikut menyebarkan informasi ke media sosial maupun grup percakapan.
Selain menimbulkan keresahan, penyebaran hoaks secara sengaja juga bisa berpotensi melanggar hukum.
Isu Mistis Masih Mudah Viral di Media Sosial
Ramainya isu pocong jadi-jadian di Kulon Progo memperlihatkan bagaimana konten bernuansa mistis masih sangat mudah menarik perhatian publik di media sosial.
Apalagi jika dikaitkan dengan kriminalitas dan suasana malam yang menyeramkan, informasi seperti ini cepat memicu rasa takut dan kepanikan warga.
Karena itu, masyarakat diingatkan untuk lebih kritis saat menerima informasi viral agar tidak mudah terpengaruh narasi yang belum terbukti benar.
Editor : Nur Wachid