Ekspedisi Gahvara Yava 2026, 100 Caver Siap Jelajahi Luweng Ombo Pacitan

Jawa Pos Radar Madiun – Sebanyak 100 penjelajah gua (caver) dari berbagai daerah akan kembali menelusuri Luweng Ombo, Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan.
Mereka mengikuti Ekspedisi Gahvara Yava 2026 yang digelar pada 9–17 Agustus untuk melanjutkan eksplorasi salah satu gua vertikal terpanjang di Indonesia.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Pacitan Munirul Ichwan mengatakan, ekspedisi tahun ini difokuskan untuk melanjutkan penelusuran lorong gua yang hingga kini telah berhasil dipetakan sepanjang sekitar 7,5 kilometer.
"Tahun ini penelusuran diteruskan untuk mengetahui sejauh mana lorong gua masih berlanjut," ujarnya, Kamis (30/7).
Sebanyak 100 peserta akan dibagi ke dalam tiga tim dan dijadwalkan bermalam di dalam gua selama enam hari.
Selain komunitas caver dari berbagai daerah di Indonesia, kegiatan tersebut juga diikuti Pacitan Speleology Club (PSC) serta penjelajah gua dari mancanegara.
Luweng Ombo memiliki sejarah panjang dalam dunia eksplorasi gua.
Penelusuran pertama dilakukan oleh almarhum Norman Edwin pada 1981, kemudian dilanjutkan tim peneliti dari Prancis, Australia, hingga Latihan Gabungan (Latgab) Caving Jabodetabek yang pada 2025 berhasil menambah jalur eksplorasi sekitar 400 meter.
Salah satu daya tarik utama Luweng Ombo adalah keberadaan ruang bawah tanah berukuran raksasa dengan luas sekitar dua kali Alun-Alun Pacitan.
Kawasan tersebut menyimpan ekosistem gua yang masih alami dengan ornamen stalaktit, stalagmit, serta beragam fauna endemik.



