Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Review Toy Story 5: Ketika Mainan Harus Bersaing dengan Dunia Digital

Tim Magang Radar Madiun • Selasa, 30 Juni 2026 | 14:20 WIB
Toy Story 5 2026 (IMDb)
Toy Story 5 2026 (IMDb)

Radar Jawa Pos Madiun - Ada fase ketika sebuah mainan atau boneka menjadi sahabat bermain seorang anak. Namun seiring berjalannya waktu, perlahan kini Gadget dan Tablet menggantikan ruang bermain.

Perubahan sederhana ini yang menjadi titik awal konflik dalam Toy Story 5, film terbaru Pixar yang kembali mempertemukan Woody, Buzz, Jessie, dan teman-temannya dalam petualangan yang berbeda film sebelumnya.

Setelah bertahun-tahun menjadi salah satu film seri animasi yang paling dicintai oleh berbagai kalangan.

Toy Story 5 kini hadir dengan mencoba isu yang lebih dekat dengan kehidupan modern, yaitu bagaimana teknologi mengubah cara bermain anak-anak. 

Dibalik visual yang begitu memanjakan mata, film ini menghadirkan cerita tentang persahabatan, relevansi, dan perjuangan para mainan untuk tetap mempunyai ruang di hati para pemiliknya.

Meski menuai banyak pujian, sejumlah kritikus juga menilai bahwa sekuel ini belum mampu menyamai kekuatan emosional film-film terdahulu.

Sinopsis Toy Story 5

Kisah dimulai beberapa waktu setelah peristiwa Toy Story 4. Kini Jessi memimpin para mainan milik Bonnie, sementara Woody menjalani kehidupan yang berbeda setelah meninggalkan kelompoknya.

Konflik muncul ketika Bonnie mulai lebih tertarik pada sebuah tablet yang diberi oleh orang tuanya bernama Lilypad dibanding bermain dengan mainan sebelumnya. 

Perubahan yang dilakukan Bonnie membuat Jessie merasa keberadaannya dan para mainan semakin terancam. 

Di sisi lain, Woody dan Buzz kembali dipertemukan untuk menghadapi situasi yang menguji arti persahabatan sekaligus tujuan mereka sebagai mainan.

Baca Juga: Kepemimpinan Visioner Berbasis Tim Antar MAN 2 Ponorogo Raih 256 Prestasi

Kutipan dari berbagai Ulasan

Beberapa ulasan yang banyak dibicarakan sebagai berikut : 

"Toy Story 5 manages to tell both a story that doesn’t feel recycled while giving viewers a conclusion they can be satisfied with, even if the journey feels clunky along the way." (Toy Story 5 berhasil menyuguhkan cerita yang tidak terasa seperti daur ulang sekaligus memberikan penutup yang memuaskan bagi penonton, meskipun perjalanan ceritanya terasa agak kaku di tengah jalan) - IMDb

"Toy Story 5 is technically superb to look at but feels a little generic." (Secara teknis, tampilan Toy Story 5 sangat memukau, namun terasa agak umum) - IMDb

Apa yang menjadi kekuatan di Toy Story 5

Tema yang lebih relevan

Toy Story 5 mengangkat fenomena meningkatnya penggunaan perangkat digital di kalangan anak-anak. Tema tersebut membuat konflik terasa lebih dekat dengan kehidupan modern sekarang.

Visual Pixar tetap memukau

Salah satu aspek yang hampir selalu mendapat pujian adalah kualitas animasi yang berhasil memanjakan mata para penonton.

Detail visualisasi dari tiap karakter, pencahayaan, bahkan dunia yang dibangun oleh Pixar kembali tampil lebih impresif dan menjadi standar tinggi bagi film animasi modern.

Jessie menjadi tokoh utama

Jika di film-film sebelumnya berpusat pada Woody dan Buzz, kali ini Jessi mendapatkan ruang yang lebih luas sebagai pemimpin mainan baru sekaligus tokoh yang mendorong berkembangnya cerita film ini.

Kekurangan yang Banyak Disorot

Meski menuai respons positif, sejumlah kritikus tetap muncul di antaranya: 

Baca Juga: Bukan Gru, Minions Kini Jadi Bintang Utama di Minions & Monsters, Ceritanya Bikin Penasaran

Informasi Penting

Apakah Toy Story 5 Masih Layak Untuk Ditonton?

Bagi penggemar Pixar, Toy Story 5 tetap menjadi tontonan yang menarik.

 Film ini memberikan pesan yang relevan mengenai hubungan anak dengan teknologi tanpa meninggalkan nilai persahabatan yang menjadi identitas utama sejak film seri ini ditayangkan.

Meskipun beberapa kritikus berpendapat bahwa emosinya tidak sedalam Toy Story 3 atau Toy Story 4, banyak pula yang tetap mengapresiasi keberanian Pixar dalam mengangkat tema baru dan memberikan porsi lebih besar kepada Jessie.

Hasilnya mungkin tidak sempurna tetapi tetap memberikan pengalaman yang menghibur sekaligus mengajak penonton merenungkan perubahan cara anak-anak bermain di era digital.

Jika Anda mencari film keluarga dengan humor khas Pixar dan pesan yang dekat dengan kehidupan modern dengan sentuhan visual yang berkualitas. Toy Story 5 masih layak masuk dalam daftar tontonan anda.

*Sabrina Ika Ayu Wardhani - Universitas Brawijaya

Editor : Tim Content Writer Radar Madiun
#review Toy Story 5 #pixar #film animasi #toy story 5 2026 #disney