ADOR Tuding Danielle Langgar Kontrak, Sidang Ketiga Ungkap Dugaan Aktivitas Mandiri hingga Kerugian Lebih dari 500 Miliar Rupiah
Jawa Pos Radar Madiun - Perselisihan hukum antara ADOR dan mantan anggota NewJeans, Danielle, kembali memasuki babak penting.
Dalam sidang ketiga yang digelar di Pengadilan Distrik Pusat Seoul, kedua pihak saling menyampaikan argumen baru terkait dugaan pelanggaran kontrak eksklusif yang kini bernilai sekitar 43,1 miliar won atau lebih dari 500 miliar rupiah.
Persidangan tersebut memperlihatkan bagaimana ADOR menilai Danielle melakukan berbagai aktivitas hiburan secara mandiri tanpa persetujuan agensi.
Sementara itu, kubu Danielle membantah seluruh tuduhan tersebut dan menyebut ADOR telah memilih menjadikan Danielle sebagai target utama dalam perkara ini.
ADOR Klaim Danielle Lakukan Aktivitas Tanpa Persetujuan Agensi
Pada sidang yang berlangsung pada 2 Juli, ADOR kembali menegaskan bahwa Danielle menjadi satu-satunya mantan anggota NewJeans yang disebut melakukan aktivitas individu secara independen.
Menurut pihak agensi, beberapa aktivitas yang dipermasalahkan meliputi dugaan proyek musik bersama musisi Amerika Serikat, aktivitas komersial berupa pemotretan dan penerbitan majalah, embentukan organisasi untuk mengelola biaya aktivitas hiburan, hingga dugaan penandatanganan kontrak ganda dengan pihak bermodal asal China.
ADOR menilai rangkaian aktivitas tersebut melanggar ketentuan kontrak eksklusif yang masih berlaku.
Dugaan Proyek Musik Jadi Salah Satu Bukti
Dalam persidangan, ADOR juga mengungkap isi percakapan aplikasi pesan yang disebut menunjukkan adanya proyek musik independen.
Pihak agensi menyampaikan bahwa rekaman lagu telah dilakukan dan bahkan biaya produksi telah dikeluarkan, meski video musik maupun lagu tersebut belum dirilis.
ADOR menyatakan, "We understand that an audio recording of a song by an American artist has taken place, and that the project has progressed to the point where production costs have been incurred. Although filming for the music video may have stopped, a large portion of independent activities has been carried out."
Agensi juga mempertanyakan alasan pihak Danielle yang menyebut tidak ada pelanggaran hanya karena hasil akhirnya belum dipublikasikan.
"However, the defendants claim there is no breach of contract because there are no tangible results, such as a song release or a music video."
Aktivitas Komersial Ikut Dipersoalkan
Selain proyek musik, ADOR menilai berbagai kegiatan komersial Danielle juga termasuk pelanggaran kontrak.
Menurut mereka, pemotretan majalah maupun aktivitas promosi dilakukan berdasarkan popularitas Danielle sebagai artis sehingga tetap termasuk aktivitas hiburan yang seharusnya berada di bawah koordinasi agensi.
ADOR menegaskan, "The magazines are purely commercial, leveraging his status as a public cultural artist."
Mereka juga berpendapat bahwa pelanggaran kontrak tidak bergantung pada ada atau tidaknya pembayaran.
"Whether a breach in contract has occurred does not change depending on whether there was a contract or payment received."
Dana Operasional dan Penampilan di Hong Kong Ikut Disorot
Dalam persidangan, ADOR turut membahas pembentukan sebuah organisasi yang digunakan untuk membayar berbagai kebutuhan operasional.
Menurut agensi, dana tersebut dipakai untuk biaya penampilan di ComplexCon Hong Kong, sewa ruang latihan, penyewaan lokasi konferensi pers, desain logo NJZ, serta biaya pemotretan.
ADOR berpendapat bahwa penggunaan dana organisasi tersebut tetap termasuk aktivitas hiburan yang melanggar kontrak eksklusif.
Danielle Bantah Seluruh Tuduhan
Di sisi lain, kuasa hukum Danielle membantah seluruh tuduhan ADOR.
Mereka menilai bukti-bukti yang diajukan sebenarnya telah diketahui sejak proses hukum sebelumnya dan bukan merupakan fakta baru.
Pihak Danielle juga menyebut tindakan yang dipersoalkan bukan hanya dilakukan oleh Danielle, melainkan juga anggota lain NewJeans dalam beberapa kesempatan.
Menurut mereka, ADOR tidak pernah memberikan kesempatan bagi Danielle untuk memperbaiki situasi karena sejak awal telah memutuskan mengakhiri kontrak kerja sama.
Gugatan Bernilai 43,1 Miliar Won
Kasus ini bermula setelah ADOR mengakhiri kontrak eksklusif Danielle pada Desember tahun lalu.
Agensi kemudian mengajukan gugatan ganti rugi terhadap Danielle, salah satu anggota keluarganya, serta mantan CEO ADOR, Min Hee Jin, dengan nilai sekitar 43,1 miliar won.
Hingga sidang ketiga berakhir, belum ada putusan dari pengadilan. Perkara masih akan berlanjut dengan agenda persidangan berikutnya untuk mendengarkan argumen lanjutan dari kedua belah pihak.
Haninda Navyra Putri - Universitas Brawijaya
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun