KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Suasana lantai 4 sebuah mal di Kota Madiun itu tampak ramai. Puluhan orang memadati sekitar trek mini 4WD atau lebih dikenal dengan sebutan Tamiya. Sebagian lagi asyik memasang kit mainan mobil balap asal Jepang itu. Ada yang usianya masih remaja. Tidak sedikit pula yang sudah bapak-bapak.
Suasana terlihat hiruk pikuk ketika lomba dimulai. Masing-masing peserta berusaha memacu mainannya di lintasan secepat mungkin. Pun, sesekali terdengar teriakan keras saat mobil balapnya melaju mulus dan mencatat waktu mengesankan.
Mereka yang sedang terlibat lomba Tamiya itu merupakan anggota Madiun United. Komunitas penggemar mini 4WD tersebut berdiri sejak 2015 silam. Dua kali dalam sepekan mereka berkumpul untuk menjajal mobil balapnya di event skala kecil. ‘’Anggotanya saat ini 27, kebanyakan orang dewasa,’’ kata Wildo Nova, salah seorang pengurus Madiun United, kemarin (28/1).
Bagi anggota Madiun United, Tamiya mesti diperlakukan seperti mobil beneran. Perawatan rutin dilakukan untuk menjaga performa mobil balap. Pun, kerap dimodifikasi sesuai kelas standar lomba mini 4WD. ‘’Ragat-nya lumayan,’’ sebutnya.
Meski berukuran mini, harga Tamiya untuk standar lomba tidaklah murah. Harga per unitnya mencapai Rp 450 ribu sampai Rp 7 juta. Mulai standard Tamiya box, damper set, hingga standard Tamiya original (STO) atau F130. ‘’STO merupakan kelas yang paling tinggi, tentunya harganya paling mahal,’’ ungkap pria 47 tahun itu.
Namanya juga hobi, anggota Madiun United rela merogoh kocek dalam-dalam demi memiliki Tamiya idaman. Bahkan, Wildo sempat menjual mobilnya untuk membeli mini 4WD berikut berbagai perantinya. ‘’Ya memang karena suka, sih,’’ ujarnya. (mg4/isd/c1)
Editor : Hengky Ristanto