---------
RAUT sedih terlihat jelas di wajah Fiki Rohmah Riqqoh Sausan dan Muhammad Shoim Ramadhan saat keduanya mengenang Tugiran-Djamilatun, orang tuanya. Bagaimana tidak, ayah-ibunya urung menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
Sedianya, Tugiran-Djamilatun berangkat haji tahun ini. Namun, Tuhan berkehendak lain. Pasangan suami istri itu meninggal sebelum sempat berhaji. ‘’Bapak meninggal Maret tahun lalu di usia 60 tahun, kalau ibu Maret tahun ini, juga di usia 60 tahun,’’ ujar Shoim sembari menunjukkan foto kedua orang tuanya.
Hasil musyawarah keluarga akhirnya disepakati Fiki dan Shoim yang berangkat haji menggantikan Tugiran-Djamilatun. Keduanya bakal berhaji bersama kakak sulungnya, Imron Samsudin, yang mendaftar haji pada 2011 silam. Mereka masuk kloter 17 dan dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci besok.
Selama di Tanah Suci, mereka akan melaksanakan haji untuk diri sendiri. Sementara, kedua orang tuanya sudah diajukan haji badal secara terpisah. ‘’Tentu yang utama mendoakan kedua orang tua kami agar amal ibadahnya diterima Allah SWT,’’ tutur warga Jalan Sandang Pangan, Desa/Kecamatan Dolopo, itu.
Di balik kisah tersebut, Fiki dan Shoim tercatat sebagai calon jemaah haji (CJH) termuda asal Kabupaten Madiun tahun ini. Fiki baru berusia 19 tahun. Sedangkan sang kakak tiga tahun lebih tua. ‘’Semoga setelah naik haji bisa jadi pribadi yang lebih baik,’’ harap Fiki. *** (mg3/isd) Editor : Hengky Ristanto